Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Desember 2023 | 20.45 WIB

Waspada Komplikasi Gigi Berlubang Menjadi Sarang Infeksi, Bisa Picu Penyakit Sistemik

JANGAN DIABAIKAN: Gigi berlubang dapat mengakibatkan infeksi dan memicu permasalahan kesehatan yang meluas. Segera periksakan tanpa menunggu nyeri. - Image

JANGAN DIABAIKAN: Gigi berlubang dapat mengakibatkan infeksi dan memicu permasalahan kesehatan yang meluas. Segera periksakan tanpa menunggu nyeri.

Gigi berlubang menjadi penyebab utama infeksi rongga mulut. Jangan disepelekan. Infeksi dapat memicu masalah kesehatan serius. Segera lakukan perawatan pada gigi berlubang dan periksa berkala setiap enam bulan.

---

DOKTER gigi Yulianti Kartini Sunur SpKG menjelaskan, infeksi akibat jaringan periodontal atau gigi berlubang dapat meluas melalui tiga cara. ”Secara langsung pada jaringan di dekat sumber infeksi, secara limfogen ke kelenjar getah bening, dan secara hematogen melalui aliran darah,” terang dokter gigi spesialis konservasi gigi RS Adi Husada Undaan tersebut.

Infeksi dan keradangan pada gigi serta jaringan penyangga dapat memulai dan memperparah kerusakan dinding pembuluh darah. Hal itu menyebabkan pasien dengan penyakit periodontitis kronis berisiko tinggi menderita penyakit jantung dan pembuluh darah seperti aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan plak kolesterol), infark miokard, dan stroke.

Perluasan melalui beberapa pola memengaruhi kondisi pasien secara lokal maupun sistemik. Artinya, komplikasi gigi berlubang juga dapat memengaruhi kesehatan secara luas.

Selain penyakit jantung dan pembuluh darah, kadar gula darah pada pasien diabetes menjadi sulit terkontrol, alergi, pneumonia bakteri, gastritis, migrain, kelahiran bayi prematur dengan berat badan lahir rendah (BBLR), dan berpengaruh pada artritis rematoid serta osteoporosis.

”Pasien dengan penyakit kronis seperti kanker dan HIV serta demensia jalur keradangan juga termasuk,” imbuhnya.

Apabila sudah terjadi komplikasi penyakit sistemik seperti jantung, lanjut dia, sakit jantungnya harus ditangani dulu. Baru ketika pasien dalam kondisi stabil, dilakukan perawatan gigi.

”Gigi berlubang yang dapat ditambal hanya yang memiliki kerusakan pada bagian luar atau email gigi dan dentin. Jika sudah menembus pulpa, artinya sudah sampai saraf, pembuluh darah dan limfa gigi, perlu dilakukan perawatan saluran akar untuk mempertahankan gigi tersebut,” terangnya.

Seluruh jaringan pulpa yang terinfeksi akan diambil. Selanjutnya, saluran akar gigi yang terbentuk diisi dengan bahan pengisian gigi dan ditambal permanen atau crown. Namun, jika sudah terbentuk abses, tindakan yang dilakukan berfokus untuk menghilangkan infeksi supaya tidak menyebar ke jaringan lain.

”Dalam kasus yang parah, gigi yang terkena perlu dicabut. Akan diresepkan antibiotik untuk mengurangi infeksi bakterinya,” tambah dokter yang juga berpraktik di Dentaland Surabaya itu.

Karena itu, Yulianti mengimbau untuk segera periksa gigi berlubang tanpa menunggu nyeri. Semakin awal penanganan akan menentukan tingkat keberhasilan. Pemeriksaan rutin enam bulan sekali juga akan membantu mengetahui adanya lubang dan tambalan yang lama masih bagus atau terjadi kebocoran.

”Hindari makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi karena dapat menurunkan pH plak gigi dengan cepat. Akibatnya, lapisan email gigi akan terkikis,’’ katanya.

Rajin menggosok gigi saja tidak cukup. Sebab, belum tentu bagian belakang gigi tersikat bersih. Mayoritas lubang justru terjadi pada gigi bagian belakang atau gigi geraham depan (premolar) yang memiliki banyak celah untuk sisa makanan tersangkut di sana. (lai/c6/nor)

CEGAH GIGI BERLUBANG

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore