Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Desember 2023 | 01.50 WIB

Beijing Mulai Vaksinasi untuk Tangkal Subvarian COVID-19 XBB, Pasien Lanjut Usia Perkiraan akan Mengalami Peningkatan

Petugas medis menyuntik seorang penerima vaksin COVID-19 di tempat penyuntikan sementara di Distrik Haidian di Beijing, ibu kota China, 11 Januari 2021. (Sumber: Xinhua)

JawaPos.com -  Beijing telah mulai memberikan vaksin COVID-19 kepada kelompok-kelompok utama dengan menargetkan subvarian XBB dari Omicron, kata Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Beijing mengatakan pada hari Senin (11/12).

Dilansir dari Xinhuanet, Warga yang berusia 60 tahun ke atas, atau berusia antara 18 hingga 59 tahun, tetapi memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang serius, fungsi kekebalan tubuh yang rendah, atau risiko infeksi yang tinggi, memenuhi syarat untuk menerima vaksin XBB pada tahap ini jika mereka telah terinfeksi COVID-19 atau menerima setidaknya dua dosis vaksin COVID-19.

Subvarian COVID-19 Omicron XBB telah berkembang menjadi salah satu subvarian yang dominan di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Oleh karena itu, vaksin yang mengandung antibodi dari subvarian XBB direkomendasikan untuk efek yang lebih baik, DCC Beijing.

Menurut Global Times (8/12), Saat ini, varian XBB COVID-19 masih menjadi jenis utama epidemi lokal di China.

Varian XBB memiliki kemampuan penghindaran kekebalan yang kuat, dan menimbulkan risiko yang lebih besar pada segmen populasi kunci seperti orang tua.

Musim dingin dan musim semi ini adalah periode berisiko tinggi untuk penyakit pernapasan, sehingga masih perlu bagi mereka yang lebih rentan untuk menerima vaksinasi, kata CDC Tianjin.

Dari tanggal 1 hingga 31 Oktober, total 7.646 kasus COVID-19 lokal dilaporkan. Semua kasus ditemukan sebagai varian Omicron, yang mencakup 73 cabang evolusi, dengan varian XBB yang paling banyak ditemukan, menurut laporan terbaru yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (China CDC) pada 10 November.

Jumlah pasien lanjut usia mungkin secara bertahap meningkat karena mereka lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan dan lebih mungkin mengalami gejala pernapasan.

Mungkin akan ada puncak jumlah pasien lansia yang mencari perawatan medis pada bulan Desember, menurut Lu.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore