
Ilustrasi Covid-19. Dado Ruvic/Reuters/Antara
JawaPos.com – Kementerian Kesehatan Singapura mencatat terdapat peningkatan kasus positif Covid-19. Tercatat sebanyak 22.094 kasus pada 19-25 November 2023. Angka ini meningkat dua kali lipat dari 10.726 kasus pada pekan sebelumnya. Salah satunya adalah sub-varian Omicron bernama EG.5 yang kini mulai marak di Eropa setelah pertama kali terdeteksi pada awal tahun ini.
Meningkatnya kasus Covid-19, juga terjadi di Indonesia. Setelah dua bulan Kota Semarang mencatat tidak ada kasus positif Covid-19, tercatat tiga orang warga Semarang yang terpapar, dua diantaranya baru saja pulang dari Singapura.
Kasus pertama ditemukan pada seorang perempuan berusia 36 tahun yang tidak melakukan perjalanan ke Singapura tetapi sempat kontak erat dengan rekannya yang usai berobat di Singapura.
Kasus kedua dialami oleh seorang perempuan berusia 52 tahun yang melakukan perjalanan ke Singapura pada 29 November hingga 3 Desember dan kembali melalui Jogjakarta. Ia diketahui memiliki gejala batuk, demam, dan flu pada 3 Desember dan mengalami anosmia atau kehilangan daya penciuman.
Kasus ketiga adalah perempuan berusia 43 tahun yang merupakan teman perjalanan pasien kasus kedua. Ia merasakan batuk pilek mulai 3 Desember. Kontak erat keluarga telah dilakukan pemeriksaan dan hasil tes menunjukkan negatif Covid-19. Saat ini, semua pasien menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
“Untuk kasus pertama, kontak erat di rumah tidak ada gejala tapi belum diperiksa antigen. Lalu kasus kedua tidak ada kontak erat keluarga, Dia pergi bersama tiga rekan. Diketahui satu terkonfirmasi positif. Dua lainnya negatif, semua pasien ini sekarang isolasi mandiri di rumah masing-masing,” kata Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Senin (11/12).
Ia mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah siap mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Namun, ia berharap kasus tidak akan tinggi terutama di Kota Semarang.
“Kami dari Pemkot Semarang terus memantau perkembangan kasus covid melalui Dinas Kesehatan. Saya sudah perintahkan mas Hakam selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama jajarannya untuk merespon cepat setiap kasus baru,” ujar Ita.
Tak hanya itu, pihaknya juga menginstruksikan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi peningkatan kasus dengan menyiagakan SDM, mengaktifkan kembali Kampung Siaga Candi Hebat, sarpras, stok vaksin, logistik dan dukungan laboratorium termasuk melakukan skrining Covid-19 pada penderita ISPA dan pneumonia.
Ia juga mengimbau warganya jika merasakan gejala covid terlebih baru saja menjalani perjalanan luar negeri agar melapor ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan pemantauan.
“Kemudian kewaspadaan jika nanti ada demam, batuk untuk segera memakai masker dan protokol kesehatan juga mulai diberlakukan. Termasuk cuci tangan kemudian jaga jarak, pakai masker terutama di fasilitas-fasilitas kesehatan,” pungkas Ita.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
