Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Desember 2023 | 19.40 WIB

Pemerintah Federal AS Kini Menyediakan Tes dan Perawatan Gratis di Rumah untuk COVID dan Flu

Para dokter melihat peningkatan penyakikt pernafasan pasca Thanksgiving. (sumber: STOCK PHOTO/Getty Images) - Image

Para dokter melihat peningkatan penyakikt pernafasan pasca Thanksgiving. (sumber: STOCK PHOTO/Getty Images)

JawaPos.com - Orang dewasa yang memenuhi syarat kini dapat mengakses tes instan, sesi telehealth, dan perawatan di rumah untuk COVID-19 dan influenza secara gratis melalui program baru yang diperluas oleh pemerintah federal.

Menurut info yang dilaporkan dari abcnews, Jum'at (08/12), awalnya tes ini diperkenalkan sebagai inisiatif uji coba di beberapa wilayah, program Home Test to Treat dari National Institutes of Health sekarang dapat dinikmati secara nasional melalui situs test2treat.org.

Setiap orang dewasa yang hasil tesnya menunjukkan positif COVID-19 atau flu berhak menerima layanan telehealth gratis, dan jika diperlukan resep obat, obat-obat tersebut akan diantarkan langsung ke pintu rumah mereka.

Andrew Weitz, Ph.D., pemimpin program Home Test to Treat di NIH, menyatakan, "Jika ada kebutuhan tindak lanjut, pasien dapat kembali untuk kunjungan telemedis kedua," meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus seperti itu.

Mereka yang saat ini tidak menunjukkan hasil positif untuk COVID-19 atau influenza dapat memperoleh tes secara gratis, terutama jika mereka tidak memiliki asuransi oleh program federal seperti Medicare, Medicaid, sistem perawatan kesehatan VA, atau Layanan Kesehatan India.

Dr. Michael Mina, chief science officer di eMed, sebuah perusahaan yang turut serta dalam implementasi program Home Test to Treat yang baru.

"Saya percaya bahwa cara penyampaian layanan telehealth ini akan menjadi kunci penting dalam mengurangi beban kantor tatap muka dan mengurangi antrian serta waktu tunggu," katanya.

Pemesanan tes COVID juga dapat dilakukan melalui platform terpisah, yaitu covidtests.gov, yang telah dirombak beberapa bulan lalu.

Melalui platform ini, setiap rumah tangga dapat memesan empat tes tambahan, atau delapan tes bagi mereka yang belum memesan pada musim gugur ini.

Sebagai sumber pendanaan terbesar untuk riset medis global, NIH juga aktif menjalankan misi penelitiannya untuk mengeksplorasi cara teknologi dapat dimanfaatkan guna meningkatkan akses ke layanan kesehatan secara lebih luas.

"Kami melaksanakan inisiatif ini untuk memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat. Sebagai National Institutes of Health (NIH), yang merupakan lembaga riset, salah satu tujuan kami melalui program ini adalah untuk lebih memahami dampak teknologi seperti tes di rumah dan layanan telemedis terhadap peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat di seluruh negara," ujar Weitz.

Meskipun program ini dijadwalkan berakhir pada musim semi tahun 2024, masih perlu dievaluasi apakah inisiatif ini memiliki potensi untuk dialihkan ke sektor swasta atau tidak.

Untuk fase awal, program ini akan menyediakan Tes Rumah Pfizer COVID-19 & Flu, yang merupakan tes pertama yang disetujui oleh FDA yang dapat mendeteksi kedua virus tersebut dalam satu perawatan di rumah.

Penanganan untuk penyakit pernafasan umumnya harus dimulai sesegera mungkin setelah munculnya gejala.

"Ketika kebanyakan orang mengunjungi dokter untuk mengatasi penyakit pernafasan, mereka seringkali sudah melewati waktu di mana pengobatan dapat memberikan manfaat maksimal. Pada titik ini, mereka terjebak dalam harapan bahwa tubuh akan secara alami menghilangkan virus, tetapi ada juga yang akhirnya harus dirawat di rumah sakit," jelas dr. Mina.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore