
Awal Menstruasi Berkaitan dengan Risiko Diabetes (1800myoptions.org.au)
JawaPos.com - Penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ) Nutrition Prevention & Health di Amerika Serikat menyoroti bahwa awal menstruasi sebelum usia 13 tahun dapat berhubungan dengan peningkatan risiko terkena diabetes tipe 2 pada usia paruh baya.
Dilansir oleh JawaPos.com dari Antaranews Kamis (7/12) mengungkap, temuan ini juga menunjukkan bahwa menstruasi pada usia yang lebih dini, khususnya sebelum usia 10 tahun, dapat meningkatkan risiko terkena stroke sebelum mencapai usia 65 tahun pada wanita yang menderita diabetes.
Para peneliti dari Universitas Tulane dan Rumah Sakit Brigham dan Wanita di AS menekankan bahwa penelitian ini bersifat observasional, sehingga mereka tidak dapat dengan pasti menentukan penyebab di balik hubungan tersebut.
Meskipun demikian, data yang dianalisis melibatkan lebih dari 17.000 wanita berusia antara 20 dan 65 tahun, memberikan gambaran yang cukup luas untuk memahami pola tersebut.
Meskipun keterkaitan antara awal menstruasi dan risiko diabetes tipe 2 telah ditemukan, penelitian ini menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut.
Untuk memahami lebih mendalam faktor-faktor yang mungkin berkontribusi pada hubungan ini dan potensi implikasinya terhadap kesehatan wanita secara keseluruhan.
Para peneliti dalam penelitian yang diterbitkan di British Medical Journal (BMJ) Nutrition Prevention & Health di Amerika Serikat mengindikasikan bahwa usia yang lebih dini pada siklus menstruasi pertama dapat menjadi indikator awal kehidupan dari lintasan penyakit kardiometabolik pada wanita.
Dalam studi ini, sekitar 10 persen dari wanita yang diteliti, atau sebanyak 1.773, melaporkan diagnosis diabetes tipe 2.
Lebih lanjut, 11,5 persen dari jumlah tersebut, atau 203 wanita, melaporkan beberapa jenis penyakit kardiovaskular.
Para peneliti menghitung bahwa risiko diabetes tipe 2 mengalami peningkatan sebesar 32 persen bagi mereka yang mengalami menstruasi pada usia 10 tahun atau sebelumnya, 14 persen pada usia 11 tahun, dan hingga 29 persen bagi mereka yang mengalami menstruasi di usia 12 tahun.
Mereka menyarankan bahwa salah satu penjelasan potensial adalah terpaparnya perempuan pada estrogen dalam jangka waktu yang lebih lama, karena menstruasi dini dikaitkan dengan kadar estrogen yang lebih tinggi.
Peneliti juga menyoroti berat badan sebagai faktor penting, karena ketika data disesuaikan dengan berat badan, hubungan antara usia pertama kali siklus menstruasi dan komplikasi stroke sedikit melemah, meskipun tetap signifikan.
Hasil penelitian ini mendukung kemungkinan inklusi usia menstruasi pertama dalam strategi awal kehidupan untuk mencegah diabetes dan perkembangan komplikasi diabetes.
Sumantra Ray, Direktur Eksekutif NNEdPro Global Center for Nutrition & Health, yang turut serta dalam penelitian ini, menyatakan bahwa temuan ini memberikan dimensi baru terhadap pemahaman faktor-faktor penentu risiko kardiometabolik, terutama pada wanita yang kurang terwakili dalam penelitian ini.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
