Ilustrasi sayuran bayam. (Sumber foto: Freepik)
JawaPos.com – Memakan sayuran mentah masih dipercaya lebih bermanfaat untuk kesehatan tubuh seperti menurunkan berat bedan. Namun, ada yang perlu diperhatikan oleh seseorang yang memiliki kebiasaan mengonsumsi sayuran mentah sebab dapat menimbulkan potensi efek kesehatan.
Menurut ahli gizi Deepika Jayaswal, memasak sayuran mentah maka dapat memecah serat keras, menetralkan senyawa berbahaya. Sedangkan memakan sayuran mentah bisa memicu masalah pencernaan.
Para ahli menyoroti bahwa sayuran mentah juga dapat memuat bakteri berbahaya seperti E. coli atau telur cacing pita yang menyebabkan infeksi, seperti dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Kamis (7/12).
Memasak tidak hanya menghilangkan risiko-risiko ini tetapi juga meningkatkan rasa dan membuatnya mudah dicerna. Lantas, sayuran apa saja yang tak boleh dimakan mentah? Simak uraiannya di bawah ini.
Kentang mentah mengandung solanine atau racun alami yang bisa berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Hal ini dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti muntah, diare, dan sakit perut.
Memasak kentang dengan suhu tinggi akan memecah solanin sehingga aman dikonsumsi. Selain itu, kentang mentah sulit dicerna dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, kembung, atau kram perut.
Kubis yang renyah menambah tekstur pada salad dan sandwich, namun ternyata bisa menampung bakteri berbahaya seperti E. coli atau Salmonella. Memasak kubis secara menyeluruh menghilangkan potensi risiko ini.
Mirip dengan kentang, terong mengandung solanin yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan masalah pencernaan lainnya jika dikonsumsi mentah.
Memasak terong tidak hanya menghilangkan solanin tetapi juga meningkatkan rasa dan teksturnya. Memanggang atau menumis terong jadi metode memasak yang bisa dilakukan.
“Bayam memiliki manfaat nutrisi, terkadang membawa bakteri E. coli yang menyebabkan sakit perut dan masalah pencernaan lainnya. Memasak bayam mencegah pertumbuhan bakteri E. coli dan juga melepaskan lebih banyak nutrisi untuk diserap tubuh,” kata Jayaswal.
Brokoli lebih mudah dicerna dan nutrisinya lebih banyak hilang ketika dimasak. Brokoli yang dikukus atau ditumis sebentar akan menjaga nilai gizinya sekaligus mengurangi risiko masalah pencernaan seperti gas dan kembung, namun bisa juga dikonsumsi mentah dalam jumlah sedikit.
Kubis brussel adalah sayuran yang kaya nutrisi, masak sayur tersebut akan membuatnya lebih mudah dicerna. Memanggang atau menumis kubis brussel tidak hanya meningkatkan cita rasanya tetapi juga membuatnya lebih nyaman di perut.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
