Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Agustus 2021 | 18.54 WIB

Penuhi Gizi, Berikut Porsi Makan Anak 4-6 Tahun dalam Satu Piring

Ilustrasi. Anak penderita HIV tak akan menularkan orang lain lewat fisik seperti duduk sebangku dan makan satu piring bersama. - Image

Ilustrasi. Anak penderita HIV tak akan menularkan orang lain lewat fisik seperti duduk sebangku dan makan satu piring bersama.

JawaPos.com - Pemenuhan gizi dalam masa tumbuh kembang anak harus menjadi perhatian bagi orang tua. Sebab, jika kekurangan gizi berlangsung dalam jangka panjang, maka pertumbuhan anak akan terganggu. Bahkan bisa menyebabkan stunting.

Berdasarkan angka Riskesdas 2018, proporsi anak dengan status gizi pendek atau sangat pendek (stunting) sekitar 30,8 persen. Angka ini masih lebih tinggi dari yang dianjurkan WHO, yakni di bawah 20 persen.

Banyak hal yang bisa memengaruhi kurangnya pemenuhan gizi pada anak. Tingkat kemiskinan yang melonjak 10,7-11,6 persen selama pandemi maupun perkiraan tambahan 5 juta penduduk miskin baru berpotensi menghambat akses anak-anak terhadap gizi seimbang. Terlebih, edukasi gizi seimbang di sekolah maupun di rumah menjadi tidak optimal semasa pandemi.

Sehingga, jika tidak segera ditangani bersama, maka akan dapat berdampak buruk bagi sang anak. Bahkan dalam jangka panjang bisa berimbas pada kualias SDM namun juga ekonomi di Indonesia. Sebab, stunting dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi negara sebesar 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun.

Untuk itu, Danone Indonesia telah menyusun dan memproduksi buku edukasi 'Isi Piringku' yang merupakan pedoman edukasi. Buku edukasi ini dapat digunakan oleh guru-guru PAUD untuk sajian makan dan minum untuk anak usia 4-6 tahun.

"Sebagai bentuk komitmen untuk mendukung percepatan penanggulangan stunting dan sejalan dengan misi One Planet One Health. Tentunya agar visi dan misi kami ini bisa terwujud, selain memproduksi produk yang sehat, kami juga berkomitmen untuk membangun pengetahuan yang mendalam tentang budaya dan kebiasaan makan minum yang baik dan sehat melalui kerjasama multipihak," ujar Karyanto Wibowo selaku Sustainable Development Director Danone Indonesia baru-baru ini.

Adapun porsi makan anak usia 4-6 tahun terdiri dari kombinasi 50 persen buah dan sayur. Lalu 50 persen karbohidrat dan protein. Tentunya dengan pembagian sepertiga lauk dan dua pertiga karbohidrat. Panduan makan sehat tersebut tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga memastikan tubuh sehat dan cukup gizi.

Untuk itu, Danone Indonesia berusaha menyasar guru-guru PAUD sebagai pintu utama untuk memantau tumbuh kembang anak dan menjangkau para orang tua. Secara keseluruhan, 'Program Edukasi Gizi Isi Piringku' telah memberikan manfaat kepada 74 PAUD, dengan merangkul 313 orang guru, menyasar 1.929 anak usia dini dan orang tua.

Dalam kesempatan yang sama, Iis Istiqamah selaku Direktur Yasmina Foundation menjelaskan, edukasi tentang gizi seimbang melalui pedoman Isi piringku dapat menjadi sarana yang efektif dalam mengupayakan pencegahan stunting dan peningkatan imunitas tubuh. Sedangkan, pentingnya akan edukasi gizi seimbang ini juga disadari oleh Diah Anwar, Perwakilan Bunda Paud Jakarta Timur.

"Pedoman Isi Piringku ini sangat membantu kami selaku orang tua untuk memantau pemenuhan gizi pada anak. Melalui pendekatan yang dilakukan oleh para guru dan tim terkait, kami mampu memahami dan belajar seputar nutrisi apa saja yang perlu saya berikan bagi sang anak agar tumbuh kembangnya optimal dan berprestasi," katanya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore