
LEBIH RENTAN: Bayi berat lahir rendah berisiko mengalami masalah kesehatan dan butuh perawatan ekstra pasca kelahiran.
Bayi berat lahir rendah (BBLR) membutuhkan perhatian khusus. Sebab, BBLR rentan menghadapi risiko gangguan kesehatan saat dewasa. Cegah sejak dalam kandungan dengan rutin menjalani pemeriksaan untuk memantau pertumbuhan janin.
---
SECARA umum bayi dikategorikan BBLR jika lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram tanpa memandang usia kehamilan. Istilah itu baru digunakan ketika bayi lahir. Bayi dengan berat lahir di bawah 1.500 gram disebut bayi berat lahir sangat rendah.
Saat di dalam kandungan, janin yang beratnya tidak sesuai dengan grafik nilai normal berat janin pada setiap usia kehamilan disebut mengalami hambatan pertumbuhan. Terhambatnya pertumbuhan janin berisiko lahir dengan berat rendah.
”Jadi, misal bayi lahir di usia kehamilan baru 35 minggu dengan berat 2.400 gram, sebenarnya itu sudah sesuai dengan perkiraan berat janin di minggu tersebut,” terang dr Ernawati Darmawan SpOG (K). Namun, pada umumnya bayi prematur termasuk BBLR. Meski tak sedikit pula bayi dengan usia kehamilan cukup minggu lahir dengan kondisi BBLR.
Bagi ibu hamil dengan penyakit penyerta, misalnya diabetes tipe 2 atau jantung koroner, janinnya berisiko tidak tumbuh optimal sehingga melahirkan bayi yang kecil. Berat badan ibu juga merefleksikan pertumbuhan janin.
”Ibu yang body mass index-nya (BMI) di bawah ideal, pertambahan berat badannya tidak sesuai target, janinnya berpotensi mengalami hambatan pertumbuhan,” imbuh dokter kandungan subspesialis konsultan fetomaternal RSIA Kendangsari Merr tersebut.
Dalam penambahan berat badan ibu hamil, ada patokannya. Ernawati mengatakan, bagi ibu dengan BMI normal, beratnya boleh naik sekitar 12–16 kg. Pada ibu overweight, hanya boleh naik 8–9 kg. Sementara itu, untuk ibu yang underweight, beratnya harus naik 16–18 kg.
”Kalau obesitas, hanya boleh 6–8 kg naiknya. Bagaimana caranya? Nutrisinya tidak boleh lebih atau kurang. Jadi, dipantau pola makannya sesuai kebutuhan,” bebernya. Jaga penambahan berat badan ibu hamil sesuai target, disesuaikan dengan BMI sebelum hamil.
Biasanya, lanjut Ernawati, kenaikan berat badan tidak optimal di trimester I. Dokter kandungan akan bekerja sama dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori ibu hamil. Umumnya, kebutuhan kalori meningkat 300 kalori. ”Jadi, kalau hamil harus makan 2x lipat itu mitos. Jika kebutuhan ibu biasanya 2.000 kalori, ketika hamil jadi 2.300 kalori, bukan 4.000 kalori,” tuturnya.
Karena itu, penting rutin melakukan pemeriksaan agar pertumbuhan janin dapat dipantau dan bayi lahir dengan berat rendah bisa dicegah. Termasuk memeriksakannya sedini mungkin sejak telat menstruasi. ”Dokter akan mengecek penambahan berat badan, penambahan tinggi perut ibu, dan USG. Biasanya setelah lima bulan, baru kelihatan pertumbuhannya sesuai atau tidak,” ujarnya.
Kondisi itu butuh perhatian khusus. Sebab, apa yang terjadi di dalam kandungan berpengaruh terhadap masa dewasanya. Jika sejak dalam kandungan kekurangan atau kelebihan nutrisi, bayi akan beradaptasi. Saat dewasa, bisa terjadi komplikasi penyakit seperti diabetes, jantung koroner, dan stroke. ”Asalnya penyakit saat dewasa itu pada masa pertumbuhan atau saat dia di dalam kandungan,” tuturnya.
BBLR rentan mengalami suhu tubuh yang tidak stabil hingga hipotermia, gangguan pernapasan, gangguan pencernaan dan nutrisi, kejang, serta infeksi. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah harus mendapat penanganan khusus. Antara lain, mempertahankan suhu tubuhnya agar tetap normal, memberikan ASI/nutrisi untuk mengejar target berat badan, dan menjaga kebersihan tali pusar dan kulit.
”Termasuk monitoring tanda-tanda vital, saturasi oksigen, hingga tes darah,” urainya. Bila kondisi BBLR sangat riskan, bayi perlu dirawat di dalam inkubator di ruang NICU.
”Bayi boleh dibawa pulang jika kondisinya sudah stabil, aktif, bisa minum, dan tidak hipotermia,” tambah dr Ernawati. Ketika kondisinya sudah dinyatakan stabil oleh dokter dan boleh dibawa pulang ke rumah, pemantauan pasca perawatan tetap dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal. (lai/c7/nor)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
