Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 17.45 WIB

Temulawak Resmi Jadi Tanaman Obat Unggulan

Manfaat temulawak bagi kesehatan tubuh.//pixabay.com/id/users/taharbekkaye - Image

Manfaat temulawak bagi kesehatan tubuh.//pixabay.com/id/users/taharbekkaye

JawaPos.com - Temulawak, tanaman herbal asli Indonesia, secara resmi ditetapkan sebagai tanaman obat unggulan. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam pameran alat kesehatan dan farmasi dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-59 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (9/11).

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma’ruf Amin turut hadir untuk membuka pameran tersebut dan menyambut baik keputusan ini. Selain itu, Wapres menilai langkah ini merupakan sebuah terobosan besar bagi Indonesia dalam mendukung kemandirian bahan baku obat di Tanah Air.

“Saya menyambut gembira karena temulawak dinobatkan sebagai tanaman obat unggulan Indonesia. Semoga ini menjadi langkah yang baik untuk mendukung pencapaian kemandirian farmasi dalam negeri,” kata Wapres sebagaimana dalam keterangan resmi Kemenkes.

Baca Juga: Bio-TCV Milik Bio Farma Resmi Dapat Izin Edar di Indonesia, IVI: Upaya Pencegahan Demam Tifoid

Dengan penetapan ini, Ma’ruf Amin menekankan pentingnya menjaga mutu dan kualitas pengembangan serta pengelolaan temulawak sebagai tanaman obat unggulan Indonesia agar aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Wapres juga mengimbau produk obat-obatan tradisional Indonesia lainnya yang sudah terstandarisasi agar terus dipromosikan dan dikembangkan supaya tidak kalah bersaing dengan produk sejenis dari luar negeri, seperti ginseng dari Korea Selatan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa penetapan temulawak sebagai tanaman obat tradisional unggulan Indonesia didasarkan pada banyaknya kandungan yang terdapat di dalamnya.

Temulawak mengandung berbagai nutrisi seperti zat besi, vitamin, kalsium, sodium, dan asam folat. Selain itu, tanaman ini juga mengandung kurkuminoid, suatu zat aktif yang memiliki manfaat mencegah berbagai penyakit hati, termasuk fatty liver, sirosis, dan kanker hati.

“Penyakit fatty liver itu pengobatannya susah, tapi ada tanaman Indonesia yang bisa mengobati. Karena itu butuh antioksiden yang bernama Kurkumin,” tutur Menkes.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Cafe Instagramable di Sidoarjo, Cocok Buat Gen Z

Budi Gunadi Sadikin berharap dengan penetapan ini akan mendorong pengembangan dan riset lebih lanjut terhadap kandungan temulawak, sehingga manfaat kesehatannya dapat lebih maksimal.

Dia juga menginginkan agar sektor farmasi dapat berperan aktif dalam mempromosikan temulawak secara luas, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat global.

Selain penetapan temulawak sebagai tanaman obat unggulan Indonesia, Kementerian Kesehatan juga bekerja sama untuk meningkatkan konsumsi jamu di masyarakat. Kerja sama ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu.

“Dalam rangka kemandirian kesehatan, obat-obatan tradisional asli Indonesia kita dorong. Mudah-mudahan dengan peluncuran Perpres ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi jamu,” tutup Menkes.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia berupaya meningkatkan kesehatan masyarakatnya melalui pemanfaatan tanaman obat unggulan lokal ini yang telah terbukti khasiatnya selama bertahun-tahun.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore