
Ilustrasi seseorang mengalami gejala vertigo.
JawaPos.com - Penyakit vertigo pada umumnya diawali dengan gejala sakit kepala yang datang secara tiba-tiba. Menurut dr. Dinda Dafiri Sp.N(K) spesialis neurologi RS Cipto Mangunkusumo, keluhan umum pada vertigo dapat merujuk kepada keluhan penyakit stroke.
Dokter Dinda mengatakan dalam diskusi daringnya (8/11), apabila seseorang merasa seperti berputar, denyutan dalam kepala, dan kepala terasa berat yang demikian semua dapat menyebabkan mual, maka ini menjadi gejala penyakit vertigo.
Dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut berpendapat bahwa vertigo tidak terhitung sebagai penyakit, akan tetapi sebuah gejala menuju suatu penyakit. Vertigo merupakan rasa berputar ketika seseorang sedang berdiam diri.
Saraf stabilitas seseorang yang terdapat di telinga tengah, seringkali menjadi target dari gejala vertigo ini. Pusat otak pun dapat diserang pula dan dapat mengarah ke penyakit stroke.
Apabila merasakan vertigo parah saat Anda di rumah, dokter spesialis neurologi tersebut merekomendasikan untuk tidak bergerak baik dengan duduk maupun baring. memfokuskan pandangan pada satu objek dapat mempersingkat sensasi berputar yang dirasakan.
"Posisinya jangan bergerak sampai keluhan berputarnya ada perbaikan, kalau nggak perbaikan dalam satu hari dan bolak balik timbul, disarankan ke dokter," tutur Dinda.
Vertigo tidak menjadi penyakit yang dapat diatasi melalui obat. Perlunya tindakan dokter neurologi untuk mendeteksi lebih lanjut mengenai penyebabnya terlebih dahulu.
Seseorang penderita vertigo pada umumnya disarankan oleh dokter untuk melakukan terapi khusus melalui gerakan tertentu. Menaruh benda di atas kepala dan memutarnya menjadi terapi yang biasa digunakan oleh penderita vertigo.
Hal serupa dapat dilakukan di rumah melalui browsing dari internet tentang gerakan-gerakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi vertigo tersebut. Terapi sebaiknya dilakukan tiga kali dalam satu hari dengan lima gerakan setiap terapinya.
Dinda berpendapat bahwa apabila dalam dua minggu vertigo masih sangat terasa, maka dapat dicurigai sebagai indikasi penyakit stroke. Maka dari itu, penting untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, tidak mengonsumsi gula, lemak, dan garam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022