Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 November 2023 | 22.35 WIB

Waspada, Gejala Vertigo Dapat Berpotensi jadi Gejala Stroke, Berikut Penjelasannya

Ilustrasi seseorang mengalami gejala vertigo. - Image

Ilustrasi seseorang mengalami gejala vertigo.

JawaPos.com - Penyakit vertigo pada umumnya diawali dengan gejala sakit kepala yang datang secara tiba-tiba. Menurut dr. Dinda Dafiri Sp.N(K) spesialis neurologi RS Cipto Mangunkusumo, keluhan umum pada vertigo dapat merujuk kepada keluhan penyakit stroke.

Dokter Dinda mengatakan dalam diskusi daringnya (8/11), apabila seseorang merasa seperti berputar, denyutan dalam kepala, dan kepala terasa berat yang demikian semua dapat menyebabkan mual, maka ini menjadi gejala penyakit vertigo.

Dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut berpendapat bahwa vertigo tidak terhitung sebagai penyakit, akan tetapi sebuah gejala menuju suatu penyakit. Vertigo merupakan rasa berputar ketika seseorang sedang berdiam diri.

Saraf stabilitas seseorang yang terdapat di telinga tengah, seringkali menjadi target dari gejala vertigo ini. Pusat otak pun dapat diserang pula dan dapat mengarah ke penyakit stroke.

Apabila merasakan vertigo parah saat Anda di rumah, dokter spesialis neurologi tersebut merekomendasikan untuk tidak bergerak baik dengan duduk maupun baring. memfokuskan pandangan pada satu objek dapat mempersingkat sensasi berputar yang dirasakan.

"Posisinya jangan bergerak sampai keluhan berputarnya ada perbaikan, kalau nggak perbaikan dalam satu hari dan bolak balik timbul, disarankan ke dokter," tutur Dinda.

Vertigo tidak menjadi penyakit yang dapat diatasi melalui obat. Perlunya tindakan dokter neurologi untuk mendeteksi lebih lanjut mengenai penyebabnya terlebih dahulu.

Seseorang penderita vertigo pada umumnya disarankan oleh dokter untuk melakukan terapi khusus melalui gerakan tertentu. Menaruh benda di atas kepala dan memutarnya menjadi terapi yang biasa digunakan oleh penderita vertigo.

Hal serupa dapat dilakukan di rumah melalui browsing dari internet tentang gerakan-gerakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi vertigo tersebut. Terapi sebaiknya dilakukan tiga kali dalam satu hari dengan lima gerakan setiap terapinya.

Dinda berpendapat bahwa apabila dalam dua minggu vertigo masih sangat terasa, maka dapat dicurigai sebagai indikasi penyakit stroke. Maka dari itu, penting untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, tidak mengonsumsi gula, lemak, dan garam.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore