
Daging olahan dan makanan instan bisau memicu risiko kanker.
JawaPos.com - Semakin bekembangnya jenis makanan dan pola konsumsi masyarakat sekarang, jenis olahann semakin beragam dan konsumtif. Dikutip dari Fmolhs, bukan hanya pola hidup yang buruk seperti begadang ataupun merokok yang menyebabkan kanker, bahkan pola makan yang berlebihan dan tidak teratur mampu menyebabkan gejala risiko kanker.
Daging yang telah diawetkan, diasap, atau difermentasi termasuk dalam kategori daging olahan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), daging olahan dianggap sebagai karsinogen dan daging merah seperti sapi, babi, dan domba masuk ke dalam Karsinogen Grup 2A, yang berpotensi menyebabkan kanker.
Meski secara tidak langsung menyebabkan kanker, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan daging olahan atau daging merah meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal.
Penelitian juga menunjukkan bahwa makanan ultra-olahan, seperti makanan ringan dan makanan cepat saji, memicu berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara dan kanker kolorektal pada pria, serta mungkin terkait dengan kanker ovarium, karena makanan ini sering mengandung tambahan gula, lemak, garam, dan penstabil rak.
Daging yang diolah dengan cara dikonsumsi memiliki cita rasa sendiri dan banyak digemari oleh masyarakat sekarang. Namun, daging yang dimasak dengan suhu tinggi juga dapat meningkatkan resiko kanker.
Bahan kimia yang terbentuk saat olahan daging dipanggang atau dibakar disebut amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon polisiklik (PAH).
Dari studi yang dilakukan pada hewan pengerat, bahan kimia ini dapat menyebabkan perubahan pada DNA dan menyebabkan pembentukan sel kanker serta meningkatkan resiko kanker prostat dan banyak jenis kanker lainnya.
Makanan Pencegah Risiko Kanker
Apabila Anda ingin menurunkan resiko kanker dengan biaya yang minim dan masih bisa terjangkau, bisa dimulai dengan berhenti merokok dan membatasi minuman beralkohol.
Tidak seperti daging, alkohol bersifat karsinogen yang dikaitkan dengan banyak jenis kanker. Salah satu cara adalah dengan membatasi makanan dengan tidak berlebihan mengonsumsi daging olahan dan makanan ultra-olahan.
Seperti yang dikatakan oleh pepatah bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung sumber protein, lemak, biji-bijian, serta buah-buahan dan sayuran dapat membantu menurunkan resiko kanker (dan juga penyakit jantung).
Makanan-makanan tersebut sering disebut sebagai "makanan super" yang kaya akan antioksidan dan fitokimia. Berikut beberapa makanan yang mampu menurunkan risiko kanker adalah apel, aprikot, brokoli, wortel, bunga kol, jeruk,
kacang hazel, bayam, ubi jalar, tomat.
Meski tidak ada makanan yang sepenuhnya mencegah risiko kanker, dengan pola hidup sehat dan teratur, adalah cara terbaik untuk mendeteksi kanker dan mengobati lebih dini.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
