Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 November 2023 | 17.02 WIB

Sering Dikonsumi, Ini Makanan yang Harus Dihindari Agar Terhindar dari Risiko Kanker

Daging olahan dan makanan instan bisau memicu risiko kanker. - Image

Daging olahan dan makanan instan bisau memicu risiko kanker.

JawaPos.com - Semakin bekembangnya jenis makanan dan pola konsumsi masyarakat sekarang, jenis olahann semakin beragam dan konsumtif. Dikutip dari Fmolhs, bukan hanya pola hidup yang buruk seperti begadang ataupun merokok yang menyebabkan kanker, bahkan pola makan yang berlebihan dan tidak teratur mampu menyebabkan gejala risiko kanker.

Daging yang telah diawetkan, diasap, atau difermentasi termasuk dalam kategori daging olahan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), daging olahan dianggap sebagai karsinogen dan daging merah seperti sapi, babi, dan domba masuk ke dalam Karsinogen Grup 2A, yang berpotensi menyebabkan kanker.

Meski secara tidak langsung menyebabkan kanker, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan daging olahan atau daging merah meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal.

Penelitian juga menunjukkan bahwa makanan ultra-olahan, seperti makanan ringan dan makanan cepat saji, memicu berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara dan kanker kolorektal pada pria, serta mungkin terkait dengan kanker ovarium, karena makanan ini sering mengandung tambahan gula, lemak, garam, dan penstabil rak.

Daging yang diolah dengan cara dikonsumsi memiliki cita rasa sendiri dan banyak digemari oleh masyarakat sekarang. Namun, daging yang dimasak dengan suhu tinggi juga dapat meningkatkan resiko kanker.

Bahan kimia yang terbentuk saat olahan daging dipanggang atau dibakar disebut amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon polisiklik (PAH).

Dari studi yang dilakukan pada hewan pengerat, bahan kimia ini dapat menyebabkan perubahan pada DNA dan menyebabkan pembentukan sel kanker serta meningkatkan resiko kanker prostat dan banyak jenis kanker lainnya.

Makanan Pencegah Risiko Kanker

Apabila Anda ingin menurunkan resiko kanker dengan biaya yang minim dan masih bisa terjangkau, bisa dimulai dengan berhenti merokok dan membatasi minuman beralkohol.

Tidak seperti daging, alkohol bersifat karsinogen yang dikaitkan dengan banyak jenis kanker. Salah satu cara adalah dengan membatasi makanan dengan tidak berlebihan mengonsumsi daging olahan dan makanan ultra-olahan.

Seperti yang dikatakan oleh pepatah bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung sumber protein, lemak, biji-bijian, serta buah-buahan dan sayuran dapat membantu menurunkan resiko kanker (dan juga penyakit jantung).

Makanan-makanan tersebut sering disebut sebagai "makanan super" yang kaya akan antioksidan dan fitokimia. Berikut beberapa makanan yang mampu menurunkan risiko kanker adalah apel, aprikot, brokoli, wortel, bunga kol, jeruk, 
kacang hazel, bayam, ubi jalar, tomat.

Meski tidak ada makanan yang sepenuhnya mencegah risiko kanker, dengan pola hidup sehat dan teratur, adalah cara terbaik untuk mendeteksi kanker dan mengobati lebih dini.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore