
Ilustrasi rokok. Dok JawaPos
JawaPos.com - Pedoman skrining kanker paru-paru baru saja dikeluarkan oleh American Cancer Society (ACS) pada Rabu (1/11), menyerukan himbauan pengujian tahunan dengan computerized tomography (CT) dosis rendah, bagi siapa pun yang berusia 50-80 tahun yang sebelumnya menderita penyakit jangka panjang karena telah menjadi perokok berat selama bertahun-tahun.
ACS menghimbau agar seruan ini dapat dilakukan oleh perokok berat khususnya di Amerika, agar dapat mempengaruhi kesehatan mereka ke arah yang positif.
Sebelumnya, ACS menyerukan pemeriksaan hanya bagi perokok jangka panjang atau perokok berat yang berhenti merokok kurang dari 15 tahun sebelumnya. Panduan baru dari organisasi tersebut mengatakan perlunya skrining tidak lagi ditentukan oleh berapa lama waktu yang telah berlalu sejak perokok berhenti.
ACS mengatakan pedoman baru ini berlaku bagi semua perokok. Baik yang merokok satu pak sehari selama 20 tahun, atau pun dua pak sehari dalam sepuluh tahun.
"Sering kali orang tidak menganggap diri mereka perokok, karena mereka tidak merokok selama sepuluh, 15, atau 20 tahun," kata Chief Scientific Officer ACS, Dr. William Dahut pada konferensi pers.
Jika Anda memiliki riwayat merokok yang signifikan dan berhenti ketika Anda berusia 28 tahun dan sekarang Anda berusia 55 tahun, ia mengatakan, "Anda pasti harus menjalani pemeriksaan."
Pemeriksaan tahunan yang rutin sangat dianjurkan untuk hampir lima juta perokok dan mantan perokok di Amerika Serikat, kata ACS.
Asumsi tradisional yang ada adalah bahwa setelah 15 tahun berhenti merokok, risiko kanker paru-paru telah turun ke tingkat yang sangat rendah sehingga skrining tidak lagi efektif dari segi biaya.
Data baru menunjukkan bahwa ketika risiko kanker paru-paru mantan perokok akibat merokok menurun, risiko mereka terkena penyakit ganas akibat penuaan juga meningkat, kata peneliti ACS pada konferensi pers Senin (30/10).
Risiko kanker paru-paru pada mantan perokok memang menurun seiring berjalannya waktu, jika dibandingkan dengan orang serupa yang terus merokok. Namun, jika dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok, risiko mereka tetap tiga kali lebih besar bahkan ketika 20 atau 30 tahun telah berlalu sejak mereka berhenti, kata para peneliti.
Untuk mengembangkan pedoman baru ini, peneliti ACS melakukan tinjauan ekstensif terhadap literatur medis, model komputer, dan data intervensi dan pengawasan dari Institut Kanker Nasional Amerika Serikat.
Pembaruan ini juga memperluas rentang usia yang direkomendasikan organisasi untuk skrining kanker paru-paru menjadi 50-80 tahun, dari kisaran sebelumnya yaitu 55-74 tahun, dan mengurangi jumlah paket per tahun yang diperlukan dari 30 menjadi 20.
"Penelitian terbaru menunjukkan bahwa memperpanjang usia skrining bagi perokok dan mantan perokok, menghilangkan persyaratan 'tahun sejak berhenti' dan menurunkan rekomendasi bungkus rokok per tahun dapat membuat perbedaan nyata dalam menyelamatkan nyawa," kata Dr. Robert Smith, wakil senior presiden di ACS, dalam sebuah pernyataan.
Meskipun pedoman ACS sangat disegani oleh komunitas medis, para peneliti mengakui mereka belum tahu kejelasan bahwa perusahaan asuransi akan membayar biaya pemeriksaan pada mantan perokok jangka panjang.
Rencana kesehatan Medicare Amerika Serikat untuk warga Amerika berusia 65 tahun ke atas umumnya mengikuti rekomendasi Satuan Tugas Layanan Pencegahan Amerika Serikat yang didukung pemerintah, yang masih menyerukan pemeriksaan kanker paru-paru tahunan terhadap mantan perokok yang telah berhenti dalam 15 tahun terakhir, kata mereka.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
