Seperti diketahui, sejumlah masyarakat sudah terinfeksi Monkeypox, antara lain yang banyak ditemukan adalah di wilayah Jakarta. Menurut IDI, gejalanya hampir sama dengan cacar air.
“Gejala Monkeypox atau Mpox ini mirip dengan gejala cacar air atau yang sering disebut juga dengan varicella,” kata Ketua Satuan Tugas Mpox PB IDI Hanny Nilasari di Jakarta, Kamis (2/11) seperti dikutip dari Antara.
Meskipun gejalanya hampir sama, namun IDI juga menegaskan terdapat perbedaan yang sangat menonjol. Hanny mengatakan orang terinfeksi cacar monyet mengalami gejala pembengkakan kelenjar getah bening atau lymphadenopathy, sedangkan penderita cacar air tidak ada gejala itu.
"Gejala sistemik cacar monyet didahului dengan nyeri kepala, kemudian demam akut lebih dari 38 derajat Celsius, nyeri tenggorokan yang diikuti dengan pembesaran atau pembengkakan kelenjar getah bening," ungkap Hanny.
Selain itu, ruam kemerahan atau makula akan muncul di kulit, yang biasanya berawal dari satu atau dua titik kemudian tersebar secara regional.
“Penyebaran regional ini maksudnya misal ada ruam di area lengan kemudian area genital, ada di area tungkai dan lainnya, jadi tersebar-sebar,” imbuh dia.
Hanny menambahkan perkembangan ruam tersebut juga diikuti oleh kelainan kulit lainnya, seperti bintil, lenting, serta keropeng.
“Jika mendapati gejala atau tanda-tanda tersebut segera melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan jika dibandingkan dengan kasus-kasus sebelumnya, kasus Mpox baru-baru ini sifatnya lebih ringan. Ruam maupun lesi yang terdapat pada tubuh penderita lebih sedikit, yakni kurang dari 20 lesi.
“Sementara pada kasus sebelum-sebelumnya atau sebelum tahun 2022 itu jumlah ruam atau lesi lebih dari 100 lesi,” tambah Hanny.
Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan menunjukkan per 31 Oktober 2023, kasus konfirmasi cacar monyet di Indonesia 30 kasus, terdiri atas 24 kasus di DKI Jakarta, lima kasus di Jawa Barat, dan satu kasus di Banten.
Untuk menanggulangi cacar monyet di Indonesia, Kementerian Kesehatan melakukan sejumlah upaya surveilans dan vaksinasi terhadap populasi kunci berisiko yang berjumlah 477 sasaran sejak 23 Oktober.
Kemenkes juga bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan komunikasi risiko untuk dapat meminimalisir penularan cacar monyet ke orang yang lebih banyak lagi.
Selain itu, Kemenkes juga menekankan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan berhubungan seks secara aman, karena penularan Mpox bisa terjadi melalui hubungan intim.