Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Oktober 2023 | 01.00 WIB

Bahaya Mengkonsumsi Kol Goreng, Ternyata Bisa Sampai Terkena Penyakit Jantung Lho

Potret kol goreng (Dok. USS Feed) - Image

Potret kol goreng (Dok. USS Feed)

JawaPos.com - Makanan yang terasa enak dimulut memang terkadang justru tidak sehat untuk dikonsumsi oleh tubuh.

Apalagi tubuh yang harus dirawat dengan mengkonsumsi makanan sehat menjadi salah satu pencegahan agar bisa terhindar dari segala macam penyakit.

Salah satunya jika kita kerap kali mengkonsumsi kol goreng, yang biasanya disajikan bersama nasi hangat beserta ayam atau ikan di warung pinggir jalan.

Ternyata mengkonsumsi kol goreng, seperti jenis makanan yang digoreng dengan minyak, dapat memiliki beberapa potensi bahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan atau secara rutin dalam diet.

Beberapa bahaya yang terkait dengan mengkonsumsi kol goreng adalah sebagai berikut:

1. Tinggi Kalori: Kol goreng biasanya digoreng dalam minyak, yang dapat membuatnya tinggi kalori.

Konsumsi berlebihan makanan tinggi kalori dapat menyebabkan peningkatan berat badan, yang merupakan faktor risiko untuk berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

2. Tinggi Lemak Jenuh: Minyak yang digunakan untuk menggoreng kol sering kali mengandung lemak jenuh.

Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah, yang juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Penggunaan Minyak yang Tidak Sehat: Beberapa restoran atau penggorengan dapat menggunakan minyak yang sudah digunakan berulang kali, yang dapat menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak sehat dan berpotensi karsinogenik.

4. Rendah Serat dan Nutrisi: Kol goreng umumnya memiliki sedikit serat dan nutrisi dibandingkan dengan kol yang dimasak dengan cara lain, seperti dikukus atau direbus.

Ini berarti Anda mungkin melewatkan manfaat serat dan nutrisi yang penting bagi kesehatan pencernaan dan umumnya.

5. Berisiko Pemicu Gangguan Metabolik: Konsumsi terlalu banyak makanan yang digoreng dapat berkontribusi pada resistensi insulin, yang merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2.

6. Risiko Pemanasan Minyak Tinggi: Proses menggoreng dapat menghasilkan senyawa-senyawa yang berpotensi berbahaya jika minyak dipanaskan hingga suhu yang terlalu tinggi atau digunakan berulang kali.

Jika Anda ingin menikmati kol atau makanan goreng lainnya secara gelegar, disarankan untuk melakukannya dengan bijak, sebagai hidangan sesekali, bukan sebagai bagian utama dari diet sehari-hari.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore