Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Agustus 2023 | 20.35 WIB

Minuman Herbal yang ’’Mendinginkan’’: Rosela Mengendalikan Gangguan Metabolik, Serai Menjaga Kesehatan Sel

Wedang Srikandi yang sama-sama mengandung jahe, serai, temulawak, serta rosela. - Image

Wedang Srikandi yang sama-sama mengandung jahe, serai, temulawak, serta rosela.

JawaPos.com - Minum air merupakan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Apalagi saat peningkatan suhu udara akhir-akhir ini yang oleh BMKG disebut akibat fenomena El Nino.

Sistem pengobatan tradisional Asia meyakini energi panas karena cuaca seperti itu jadi penyebab berbagai penyakit. Mereka menawarkan berbagai minuman yang ’’mendinginkan” untuk mengatasinya, antara lain, berbahan rosela dan serai.

Kekurangan dan kelebihan air mengakibatkan gangguan keseimbangan cairan tubuh yang mengganggu keseimbangan fungsi organ tubuh. Kalau itu terjadi, sistem tubuh akan bereaksi dengan melakukan pengendalian melalui detektor khusus pada tubuh. Detektor itu terhubung dengan sistem saraf otak sebagai pusat integrasi.

Salah satu respons otak adalah pengendalian kerja ginjal dalam menghasilkan urine. Rasa haus juga jadi bentuk respons tubuh saat kekurangan cairan. Sebagai pengatur kebutuhan cairan, otak memang tidak mempersoalkan minuman bersuhu panas atau dingin.

Namun, minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin membuat organ tubuh harus bekerja keras untuk mencegah dampak yang merugikan akibat perbedaan suhu.

Berdasar pengamatan, peningkatan suhu udara bisa mengakibatkan kekurangan cairan tubuh. Sebab, pengeluaran keringat atas perintah pusat pengendali suhu tubuh meningkat. Proses itu harus berlangsung secara tepat dan cepat karena tubuh sangat rentan terhadap perubahan cuaca. Dalam kondisi tersebut, asupan minuman dari luar tubuh tidak boleh terlambat.

Sistem pengobatan tradisional Asia percaya bahwa energi panas dan lembap karena cuaca adalah penyebab penyakit. Oleh karena itu, sistem tersebut menawarkan berbagai minuman yang bersifat ’’mendinginkan”. Pengobatan tradisional Tiongkok menawarkan susu kedelai.

Agar kerjanya terkendali, disarankan untuk merebus susu kedelai bersama irisan jahe segar. Riset menunjukkan khasiat susu kedelai sebagai antioksidan, antiradang, penjaga fungsi jantung, dan pembuluh darah. Pengobatan Ayurveda menyarankan air kelapa segar sebagai minuman ’’pendingin”.

Berbagai ulasan ilmiah mengindikasikan air kelapa sebagai pilihan yang tepat untuk mengatasi dehidrasi. Sebab, sifatnya menyegarkan dan berasa manis alamiah. Selain air sebagai komponen utama, air kelapa mengandung protein, lemak vitamin, dan mineral. Vitamin B tersedia lengkap selain vitamin C. Kandungan mineral adalah kalsium, tembaga, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, natrium, dan zinc.

 Minuman Rosela

Rosela termasuk herbal yang terpilih sebagai bahan minuman penyegar saat musim panas. Bagian yang digunakan adalah kelopak bunga tanaman Hibiscus sabdarifa dari keluarga Malvaceae.

Selain rasanya yang segar, rosela kaya zat kandungan yang diperlukan untuk sel sehat. Di antaranya, protein, karbohidrat, serat, mineral kalsium, fosfor, zat besi, natrium, kalium, gula, dan sukrosa. Zat fito kandungan yang bekerja sebagai antioksidan adalah alkaloid, terpenoid, steroid, flavonoid, polifenol, antrakuinon, asam askorbat, dan antosianin.

Peneliti Indonesia melakukan studi pengaruh pemberian rebusan rosela kering pada relawan wanita lanjut usia selama 21 hari. Pasien dipilih yang mengidap gangguan sindroma metabolik, yakni tekanan darah tinggi, kadar gula darah dan lemak tinggi, serta obesitas. Hasilnya menunjukkan terjadinya penurunan.

Mekanisme penurunan tekanan darah terjadi melalui pengaturan cardiac output dan resistansi vaskular. Ekstrak rosela juga bekerja meningkatkan sekresi NO (nitrite oxide) yang bekerja sebagai vasodilator, yakni melebarkan pembuluh darah.

Penurunan kadar lemak darah berkaitan dengan kandungan kimia senyawa golongan antosianin, flavonoid, dan polifenol. Yakni, yang mengakibatkan terjadinya penurunan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) serta peningkatan kadar kolesterol baik (HDL).

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore