
Ilustrasi minum air pada anak. (Beverage daily)
JawaPos.com - Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih atau mineral memang bisa memperlancar metabolisme. Bahkan, pada anak-anak, asupan air yang cukup bisa memengaruhi kegiatannya.
Seperti dikatakan, dr. Tria Rosemiarti dari Hydration Science Director Danone-AQUA, kebutuhan cairan tubuh setiap orang agar tetap terhidrasi memang berbeda. Berbeda pula untuk orang dewasa dan anak-anak.
Sebut saja untuk perempuan dewasa biasanya diperlukan 1,8 liter air atau setara 8 gelas per hari. Sedangkan untuk pria diperlukan 2 liter air atau setara 7 gelas per hari.
Nah, untuk anak-anak sendiri, kebutuhan airnya lebih banyak yakni sekitar 16 gelas. Kenapa? Karena anak-anak lebih banyak bergerak dan sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan kognitifnya.
Bahkan, ia menganjurkan bagi anak-anak untuk minum 2 gelas air sebelum berangkat sekolah yang bisa menambah fungsi kognitifnya. Dokter Tria menerangkan, 70 persen otak manusi terdiri dari air. Agar semua nutrisi yang masuk ke tubuh bisa diserap sempurna, maka diperlukan kecukupan air untuk mentransferkannya.
"Nah kalau kekuranagn air maka penyampaian nutrisi ini akan terhalang, itu salah satu prosesnya (air bisa pengaruhi fungsi kognitif anak, Red)," ujar dr. Tria saat memperkenalkan 'Pojok Hidrasi Sehat' di Farmers Market Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Jumat (4/10).
Photo
Hydration Science Director Danone-AQUA dr. Tria Rosemiarti (kanan) saat menjelaskan pentingnya hidrasi bagi tubuh. (Istimewa)
Tak heran jika kekurangan cairan tubuh akan terasa lemas hingga menyebabkan kepala jadi pusing. Karena tidak ada nutrisi yang ditransferkan dengan baik ke seluruh tubuh. Hidrasi yang cukup juga berpengaruh pada proses metabolisme anak. Ada hormon-hormon yang dipicu pembentukannya oleh hidrasi.
"Saya bisa bilang itu (hidrasi, Red) yang memengaruhi performance seseorang. Tak hanya otak, hampir seluruh organ termasuk tulang itu terdiri dari air," sambungnya.
Lantas adakah risiko jika anak terlalu banyak minum air?
Jawabannya tentu tidak. Selama ini, ungkap dr. Tria, belum ada penelitian yang mengatakan kalau bnayak minum air putih bisa berbahaya. Sepanjang ginjalnya masih bekerja baik, minum 4 liter air pun tidak masalah.
Untuk itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui anaknya cukup air atau kekurangan. Tanda yang paling sering terlihat adalah sangat sedikit buang air kecil dan warnanya kuning kecokelatan.
Atau bisa dicek dengan cara mencubit perut sang anak. Jika setelah dicubit lantas kulitnya kembali ke bentuk semula agak lama, itu bisa jadi anak kekurangan cairan.
"Kalau sama orang dewasa itu bisa dilakukan di atas punggung telapak tangan. Bisa juga terlihat dari mata yang cekung lalu bibir kering," tutupnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
