
Ilustrasi: Viral restoran Ta Wan di Bali bikin celaka konsumen karena sajikan cairan pemutih dalam botol air minum kemasan. (Andre Sulla/Radar Bali).
JawaPos.com - Momen makan siang yang seharusnya menyenangkan berubah jadi mimpi buruk bagi Ni Putu Oka Artha Rafinta Dewi (36). Ibu rumah tangga asal Sempidi, Badung, itu nyaris kehilangan nyawa setelah meneguk cairan yang ternyata pemutih di salah satu restoran ternama, Ta Wan, lantai dua Mall Level 21 Denpasar, pada Kamis (6/11) sekitar pukul 14.00 WITA.
Tanpa curiga, korban mengambil sebuah botol di meja yang dikiranya berisi air mineral. Namun sesaat setelah meneguk, tenggorokannya terasa perih luar biasa, cairan yang diminumnya bukan air, melainkan zat pemutih kimia.
Tubuh korban langsung bereaksi. Ia muntah hebat hingga cairan yang keluar mengenai celana anaknya. Anehnya, bagian celana yang terkena muntahan itu langsung memutih. Panik bercampur marah, korban segera dilarikan ke RS Bhayangkara Denpasar untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Saya pikir itu air mineral biasa, ternyata cairan pemutih. Begitu muntah, bagian celana anak langsung memutih,” ungkap korban seperti dikutip dari Radar Bali (Grup Jawa Pos).
Usai menjalani observasi medis, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Bali pada pukul 17.00 WITA. Ia mengaku mengalami sakit tenggorokan, pusing, pandangan kabur, serta mual-muntah sesaat setelah insiden itu.
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariyasandy membenarkan laporan tersebut.
“SPKT Polda Bali telah menerima pengaduan masyarakat dengan nomor STPL/2192/XI/2025/SPKT/Polda Bali. Kasus ini akan ditindaklanjuti oleh Ditreskrimsus untuk memastikan ada tidaknya kelalaian dari pihak restoran,” jelasnya.
Namun, langkah penanganan dari pihak restoran disebut lambat. Korban mengaku pihak manajemen justru meminta menunggu pertemuan dengan manajer pusat di Yogyakarta pekan depan, tanpa ada tindakan konkret.
“Saya kecewa. Mereka malah menawarkan makan dan minum gratis seolah-olah bisa menambal masalah ini. Padahal, nyawa saya hampir melayang,” ujarnya geram.
Kasus ini sontak menjadi viral di media sosial, terutama di platform X (Twitter). Akun yang mengaku keluarga korban mengabarkan bahwa kondisi Ni Putu Oka kini mulai membaik, meski masih menjalani masa pemulihan.
“Sedang pemulihan, Puji Tuhan selamat,” tulis salah satu akun keluarga korban saat dikonfirmasi.
Keluarga memastikan proses hukum tetap berjalan dan kini telah menunjuk tim kuasa hukum untuk menangani kasus tersebut.
“Kami serahkan ke pengacara. Tapi sebanyak apa pun uangnya, kalau waktu bisa diulang, kami lebih memilih kejadian ini tidak pernah terjadi,” ujar pihak keluarga.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi industri kuliner untuk lebih berhati-hati dalam penyimpanan bahan kimia dan kebersihan dapur. Sementara masyarakat diimbau tetap waspada terhadap minuman yang tidak berlabel atau disajikan tanpa pengawasan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Celta Vigo di Liga Spanyol: Los Che Bisa Kesulitan di Kandang!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Novel Baswedan Soroti Dugaan Kompromi Penyelidikan KPK di Kabupaten Bogor
Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Sevilla di Liga Spanyol 2026/2027: Los Leones Diunggulkan Menang
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
