Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juli 2023 | 21.15 WIB

Mengenal Pendarahan Otak Seperti Dialami Edwin van der Sar dan Cak Nun, Waspadai 7 Penyebab dan Gejalanya

Ilustrasi otak manusia - Image

Ilustrasi otak manusia

JawaPos.com – Legenda Ajax Amsterdam dan Manchester United, Edwin van der Sar, mengalami pendarahan otak saat berlibur di Kroasia. Hal itu membuatnya terkapar dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Beberapa waktu lalu, Budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun juga disinyalir mengalami pendarahan otak dan sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya mendapatkan perawatan di RSUP dr. Sardjito, Jogjakarta.

Apa sebenarnya pendarahan otak dan bagaimana gejalanya? Dikutip dari situs resmi Siloam Hospital, pendarahan otak adalah pecahnya pembuluh darah arteri pada otak dan menyebabkan darah masuk ke dalam jaringannya.

Saat darah sudah masuk ke dalam jaringan otak, maka bisa berpotensi mengganggu fungsi kognitif, menyebabkan kelumpuhan, bahkan kematian. Maka dari itu, pendarahan otak termasuk dalam kondisi medis darurat.

Pendarahan otak terdiri dari beberapa jenis, antara lain:

Intraserebral: pendarahan yang terjadi pada jaringan otak.

Subarachnoid: pendarahan yang terjadi pada membran otak.

Subdural: pendarahan yang terjadi di antara lapisan selaput pelindung otak.

Epidural: pendarahan yang terjadi antara lapisan tulang tengkorak dengan lapisan pelindung otak terluar.

Sementara itu, menurut Dokter Spesialis Saraf RSI Unisma Malang, dr. Shinta Kusumawati Sp. S dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip dari situs resmi RSI Unisma, ada berbagai gejala dari pendarahan otak, di antaranya sakit kepala parah secara tiba-tiba, mual, atau muntah, penurunan kewaspadaan, kesulitan berbicara, kesulitan membaca dan menulis, penurunan kesadaran, hingga kehilangan keseimbangan.

Masih menurut Shinta, ada sejumlah penyebab seseorang mengalami pendarahan pada otak, yaitu:

  1. Trauma pada kepala

Trauma pada kepala bisa terjadi karena cedera, terjatuh atau mengalami kecelakaan.

  1. Tekanan darah tinggi

Jika tekanan darah tinggi tidak segera diatasi, maka dapat menyebabkan penggumpalan darah pada otak dan menyebabkan timbulnya gejala stroke.

  1. Aneurisma

Aneurisma adalah melemahnya dinding pembuluh darah pada otak dan menyebabkan pembengkakan. Jika sudah membengkak, maka pembuluh darah bisa pecah dan mengakibatkan pendarahan otak.

  1. Kelainan pembuluh darah

Kondisi ini terjadi akibat melemahnya pembuluh darah pada otak, biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir dan terdiagnosis saat gejalanya muncul.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore