Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Juni 2023 | 23.43 WIB

Mengenal Mitos dan Fakta Potong Lambung, Penyanyi Melly Goeslaw dan Selebgram Bunda Shindy Pernah Melakukan

Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. Peter Ian Limas. - Image

Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. Peter Ian Limas.

JawaPos.com–Bedah bariatrik atau potong lambung yang ditempuh Melly Goeslaw dan selebgram Bunda Shindy Samuel menjadi omongan di media sosial. Sebelum Shindy Samuel memutuskan untuk potong lambung, ada penyanyi Melly Goeslaw yang terlebih dulu menempuh potong lambung. Mari mengenal beberapa mitos dan fakta soal bedah potong lambung.

Berikut hasil wawancara JawaPos.com bersama Dr. dr. Peter Ian Limas, Sp. B, Subsp. B. D. (K), Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif RS Pondok Indah, Jakarta Selatan.

  1. Bedah bariatrik berbahaya dan risiko tinggi

Faktanya: Bedah bariatrik merupakan teknik pembedahan yang memiliki risiko sebanding dengan risiko pembedahan untuk mengangkat kandung empedu yang merupakan pembedahan rutin di semua rumah sakit.

  1. Tindakan bedah bariatrik mahal

Faktanya: Bedah bariatrik merupakan opsi yang efektif dengan tingkat kesuksesan tinggi, tidak hanya untuk menurunkan berat badan, tetapi juga terbukti bermanfaat bagi pasien yang memiliki komorbid diabetes dan hipertensi.

Selain itu, efek domino dari bedah bariatrik dapat mengurangi bahkan menghilangkan risiko gangguan jantung dan ginjal, stroke, hingga kanker. Bagi pasien dengan risiko komorbid, menjalani bedah bariatrik tentu lebih efisien dalam hal biaya dibandingkan dengan menjalani perawatan ketika terkena komplikasi akibat komorbid yang dimiliki.

Contohnya, jika seseorang memiliki komorbid dan mengalami serangan jantung, biaya pemasangan satu buah stent jantung saja sudah jauh melebihi biaya bedah bariatrik.

  1. Bedah bariatrik adalah bedah kosmetik

Faktanya: Bedah bariatrik tidak bertujuan membuat langsing dan memiliki bentuk tubuh yang lebih menarik. Tujuan utama bedah bariatrik adalah menyelamatkan pasien obesitas dari komplikasi seperti stroke dan serangan jantung yang merupakan efek langsung dari diabetes, hipertensi, dan hiperkolesterolemia, yang dapat menyerang pasien obesitas. Menjadi langsing dan mendapatkan bentuk tubuh lebih menarik adalah bonus dan efek tambahan yang hampir selalu terjadi.

  1. Bedah bariatrik menyebabkan sakit

Faktanya: Pasien setelah pembedahan bariatrik rata-rata pulang dari rumah sakit pada hari kedua perawatan, sama seperti kebanyakan pasien setelah pengangkatan usus buntu atau kandung empedu. Bedah bariatrik 99 persennya dilakukan dengan teknik laparoskopi, yaitu pembedahan dengan sayatan kecil.

  1. Bedah bariatrik membutuhkan perawatan yang lama

Faktanya: Setelah pembedahan memang harus berkonsultasi dengan dokter hingga bertahun-tahun lamanya, tetapi hal ini lebih bersifat kontak kelanjutan monitoring yang tidak wajib, untuk mendampingi pasien menjalani gaya hidup yang baru.

  1. Efek bedah bariatrik tidak menetap atau tidak permanen

Faktanya: Efek bedah bariatrik jauh lebih permanen dari diet manapun. Dampak bedah bariatrik dapat menjadi benar-benar permanen dengan mempertahankan perubahan pola makan yang sudah ada setelah pembedahan. Permanen dapat dicapai dengan disiplin dan menahan diri, serta menjalani hidup sehat dengan berolahraga, yang menjadi jauh lebih mudah dilakukan karena bobot tubuh sudah berkurang.

  1. Bedah bariatrik sering menimbulkan komplikasi

Faktanya: Tingkat komplikasi pada pembedahan sleeve gastrectomy (pembedahan bedah bariatrik paling populer saat ini) hanya sekitar 1 dari 1.000 pasien, lebih rendah dibandingkan dengan pembedahan kandung empedu.

  1. Bedah bariatrik hanya untuk melangsingkan badan

Faktanya: Bedah bariatrik memiliki efek luar biasa untuk menyembuhkan atau setidaknya mengurangi kelainan metabolik seperti diabetes, hipertensi, dan hiperkolesterolemia.

  1. Bedah bariatrik menyebabkan kurus yang tidak alami, malnutrisi

Faktanya: Bedah bariatrik yang paling sering dilakukan yakni sleeve gastrectomy, sangat jarang menyebabkan malnutrisi. Tubuh kurus yang dicapai dengan pembedahan bariatrik merupakan kurus karena pembakaran lemak, kurus paling alami yang mungkin bisa didapat,

  1. Bedah bariatrik merupakan penemuan baru

Faktanya: Bedah bariatrik sudah ada sejak 1968.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore