Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 03.23 WIB

6 Alasan Mengapa Teori Benang Takdir Bisa Memengaruhi Kehidupan Romantismu Menurut Psikologi

seseorang yang percaya dengan benang takdir./Magnific/magnific - Image

seseorang yang percaya dengan benang takdir./Magnific/magnific

JawaPos.com - Pernahkah kamu bertemu seseorang dan langsung merasa bahwa pertemuan itu bukan sebuah kebetulan?

Mungkin kalian bertemu secara tidak terduga. Bisa jadi awalnya hanya saling mengenal biasa, tetapi semakin lama hubungan tersebut berkembang menjadi sesuatu yang terasa sangat istimewa. Ada perasaan seolah-olah kalian memang “ditarik” oleh sesuatu yang tidak terlihat untuk bertemu pada waktu dan tempat yang tepat.

Perasaan seperti ini sering digambarkan melalui Teori Benang Takdir atau red thread of fate. Dalam kisah romantis, konsep ini menggambarkan adanya benang tak terlihat yang menghubungkan dua orang yang pada akhirnya akan bertemu, meskipun perjalanan mereka dipenuhi jarak, waktu, dan berbagai rintangan.

Secara budaya, gagasan tentang benang takdir memiliki akar yang panjang, terutama dalam mitologi dan cerita rakyat Asia Timur. Namun, psikologi modern tidak menganggap keberadaan benang takdir sebagai fakta ilmiah. Tidak ada bukti ilmiah bahwa seseorang secara literal telah dihubungkan dengan pasangan tertentu melalui benang yang tidak terlihat.

Meski begitu, keyakinan terhadap konsep tersebut dapat memengaruhi cara seseorang memandang cinta, memilih pasangan, menghadapi konflik, dan mempertahankan sebuah hubungan.

Dengan kata lain, mungkin bukan benang takdirnya yang mengubah kehidupan romantismu, melainkan cara pikiranmu memberikan makna terhadap konsep tersebut.

Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (15/10), terdapat enam alasan mengapa gagasan tentang “benang takdir” bisa memiliki pengaruh psikologis yang cukup kuat dalam kehidupan percintaan.

1. Keyakinan tentang takdir dapat mengubah cara kita memandang sebuah pertemuan

Ketika bertemu seseorang yang menarik, sebenarnya kita memiliki banyak cara untuk menafsirkan peristiwa tersebut.

Kita bisa berpikir:

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore