
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, kemampuan otak dapat mengalami perubahan. Daya ingat, konsentrasi, hingga kecepatan memproses informasi mungkin tidak lagi sama seperti saat masih muda.
Meski proses penuaan tidak dapat dihentikan sepenuhnya, ada sejumlah kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan otak dan mendukung fungsi kognitif hingga usia lanjut.
Menariknya, menjaga ketajaman otak ternyata tidak hanya berkaitan dengan aktivitas yang mengasah kecerdasan, seperti mengerjakan teka-teki silang atau bermain Sudoku.
Aktivitas fisik juga berperan penting dalam mendukung kesehatan organ yang menjadi pusat kendali tubuh ini.
Ahli saraf yang mendalami ilmu penuaan dan umur panjang, Dr. Kay Linker, menjelaskan bahwa beberapa jenis olahraga dapat membantu memperlambat perubahan pada otak seiring bertambahnya usia.
Menurutnya, ada tiga kebiasaan mendasar yang patut diperhatikan, mulai dari mengatur intensitas olahraga hingga melakukan aktivitas yang membutuhkan koordinasi tubuh.
Lantas, apa saja kebiasaan yang dapat membantu menjaga otak tetap tajam dan kuat saat usia terus bertambah? Berikut penjelasannya dilansir dari YourTango.
1. Rutin Berolahraga dengan Intensitas Sedang atau Zona 2
Salah satu kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan otak adalah melakukan olahraga aerobik dengan intensitas sedang. Dalam pembagian zona detak jantung, aktivitas ini dikenal sebagai latihan zona 2.
Zona 2 umumnya berada pada kisaran 60–70 persen dari perkiraan detak jantung maksimal. Salah satu cara sederhana untuk memperkirakan detak jantung maksimal adalah mengurangi angka usia dari 220. Namun, angka tersebut hanyalah perkiraan dan tidak selalu sesuai dengan kondisi setiap orang.
Beberapa aktivitas yang dapat membantu mencapai intensitas ini antara lain berjalan kaki dengan cepat, bersepeda, berenang, bermain sepatu roda, atau menggunakan mesin elliptical di pusat kebugaran.
Intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing. Sebagai patokan awal, seseorang dapat memilih aktivitas yang membuat detak jantung meningkat dan pernapasan menjadi lebih cepat, tetapi masih memungkinkan untuk berbicara dalam kalimat pendek.
Menurut Dr. Linker, latihan zona 2 dapat mendukung biogenesis mitokondria, yaitu proses pembentukan mitokondria baru di dalam sel.
Mitokondria berperan penting dalam menghasilkan energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022