Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 22.42 WIB

3 Kebiasaan Ini Bisa Membantu Menjaga Otak Tetap Tajam dan Sehat Seiring Bertambahnya Usia

Gambar utama - Image
Ilustrasi kebiasaan yang membantu menjaga otak tetap tajam (magnific/pressfoto)

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, kemampuan otak dapat mengalami perubahan. Daya ingat, konsentrasi, hingga kecepatan memproses informasi mungkin tidak lagi sama seperti saat masih muda.

Meski proses penuaan tidak dapat dihentikan sepenuhnya, ada sejumlah kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan otak dan mendukung fungsi kognitif hingga usia lanjut.

Menariknya, menjaga ketajaman otak ternyata tidak hanya berkaitan dengan aktivitas yang mengasah kecerdasan, seperti mengerjakan teka-teki silang atau bermain Sudoku.

Aktivitas fisik juga berperan penting dalam mendukung kesehatan organ yang menjadi pusat kendali tubuh ini.

Ahli saraf yang mendalami ilmu penuaan dan umur panjang, Dr. Kay Linker, menjelaskan bahwa beberapa jenis olahraga dapat membantu memperlambat perubahan pada otak seiring bertambahnya usia.

Menurutnya, ada tiga kebiasaan mendasar yang patut diperhatikan, mulai dari mengatur intensitas olahraga hingga melakukan aktivitas yang membutuhkan koordinasi tubuh.

Lantas, apa saja kebiasaan yang dapat membantu menjaga otak tetap tajam dan kuat saat usia terus bertambah? Berikut penjelasannya dilansir dari YourTango.

1. Rutin Berolahraga dengan Intensitas Sedang atau Zona 2

Salah satu kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan otak adalah melakukan olahraga aerobik dengan intensitas sedang. Dalam pembagian zona detak jantung, aktivitas ini dikenal sebagai latihan zona 2.

Zona 2 umumnya berada pada kisaran 60–70 persen dari perkiraan detak jantung maksimal. Salah satu cara sederhana untuk memperkirakan detak jantung maksimal adalah mengurangi angka usia dari 220. Namun, angka tersebut hanyalah perkiraan dan tidak selalu sesuai dengan kondisi setiap orang.

Beberapa aktivitas yang dapat membantu mencapai intensitas ini antara lain berjalan kaki dengan cepat, bersepeda, berenang, bermain sepatu roda, atau menggunakan mesin elliptical di pusat kebugaran.

Intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing. Sebagai patokan awal, seseorang dapat memilih aktivitas yang membuat detak jantung meningkat dan pernapasan menjadi lebih cepat, tetapi masih memungkinkan untuk berbicara dalam kalimat pendek.

Menurut Dr. Linker, latihan zona 2 dapat mendukung biogenesis mitokondria, yaitu proses pembentukan mitokondria baru di dalam sel.

Mitokondria berperan penting dalam menghasilkan energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore