Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Oktober 2026 | 07.00 WIB

6 Tips Mengelola Amarah dengan Lebih Baik Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang mengelola amarah dengan baik./Magnific/gzorgz - Image

seseorang yang mengelola amarah dengan baik./Magnific/gzorgz

JawaPos.com - Amarah merupakan salah satu emosi manusia yang paling wajar. Setiap orang, pada suatu waktu, dapat merasa kesal, kecewa, tersinggung, atau marah ketika menghadapi situasi yang dianggap tidak adil, mengecewakan, atau mengancam. Masalahnya bukan semata-mata terletak pada munculnya rasa marah, tetapi pada bagaimana seseorang merespons emosi tersebut.

Ketika tidak dikelola dengan baik, amarah dapat memengaruhi cara seseorang berbicara, mengambil keputusan, dan berhubungan dengan orang lain. Sebaliknya, kemampuan mengelola amarah dapat membantu seseorang menghadapi konflik dengan lebih tenang, menyampaikan kebutuhan secara lebih jelas, serta mengurangi tindakan impulsif.

Dalam psikologi, mengelola amarah bukan berarti memaksa diri untuk tidak pernah marah. Amarah adalah emosi yang memiliki fungsi. Yang perlu dipelajari adalah mengenali kemunculannya, memahami pemicunya, dan memilih respons yang lebih konstruktif.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (27/9), terdapat enam tips yang dapat membantu mengelola amarah dengan lebih baik.

1. Kenali tanda-tanda amarah sejak awal

Salah satu langkah penting dalam mengelola amarah adalah menyadari bahwa emosi tersebut sedang meningkat sebelum mencapai puncaknya.

Amarah biasanya tidak hanya muncul dalam bentuk perasaan. Tubuh juga dapat memberikan berbagai tanda. Misalnya, jantung berdetak lebih cepat, napas menjadi pendek, otot menegang, wajah terasa panas, tangan mengepal, atau tubuh terasa gelisah.

Selain perubahan fisik, terdapat pula perubahan dalam pikiran. Ketika marah, seseorang mungkin mulai berpikir secara lebih ekstrem, seperti:

"Dia memang selalu melakukan ini."
"Tidak ada yang menghargai saya."
"Saya harus membalas."
"Saya tidak tahan lagi."
"Semuanya salah."

Mengenali tanda-tanda tersebut sejak dini memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak sebelum memberikan respons.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore