Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 21.21 WIB

11 Frasa Ini Sering Digunakan Orang Ber-IQ Tinggi untuk Menghentikan Perdebatan

Gambar utama - Image
Ilustrasi orang yang memiliki IQ tinggi (magnific/yanalya)

JawaPos.com - Perdebatan tidak selalu berujung pada solusi. Ada kalanya percakapan justru semakin memanas, menguras energi, dan membuat hubungan menjadi renggang.

Dalam situasi seperti ini, kemampuan untuk menghentikan perdebatan dengan cara yang tenang dapat menjadi tanda komunikasi yang matang.

Orang yang memiliki kemampuan berpikir baik biasanya memahami bahwa memenangkan argumen bukan selalu tujuan utama. Mereka tahu kapan harus melanjutkan pembicaraan, kapan mendengarkan, dan kapan mengambil jeda.

Dalam materi sumber, frasa-frasa tersebut disebut sebagai "pemutus sirkuit", yaitu ungkapan yang dapat mengubah arah perdebatan secara tiba-tiba, baik melalui kebaikan, humor, maupun jeda.

Dilansir dari YourTango, berikut 11 frasa cerdas yang dapat digunakan untuk menghentikan perdebatan secara lebih sehat.

1. "Saya tidak punya waktu untuk ini sekarang"

Kalimat ini dapat menjadi cara sederhana untuk menghentikan perdebatan yang sudah tidak produktif. Mengatakannya tidak selalu berarti seseorang ingin bersikap kasar. Sebaliknya, ungkapan tersebut menunjukkan bahwa mereka memilih mengutamakan waktu dan ketenangan.

Menurut psikolog klinis Patrice Berry, banyak pertengkaran berawal dari kesalahpahaman atau miskomunikasi. Orang sering menilai ucapan dan tindakan orang lain berdasarkan sudut pandang mereka sendiri.

Dengan mengatakan tidak memiliki waktu untuk berdebat, seseorang dapat menetapkan batas sekaligus mencegah percakapan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

2. "Lupakan saja"

Terkadang, melepaskan sebuah masalah justru menjadi pilihan yang lebih baik daripada terus memperdebatkannya.

Ungkapan "lupakan saja" menunjukkan keinginan untuk menghentikan konflik dan kembali menjalani aktivitas masing-masing. Tidak semua persoalan harus memiliki pemenang atau pihak yang terbukti paling benar.

Psikolog Abby Medcalf menjelaskan bahwa pertengkaran membutuhkan dua orang. Ketika salah satu pihak memilih berhenti terlibat, konflik pun memiliki peluang lebih besar untuk mereda.

3. "Kamu tidak memahami sudut pandangku"

Perdebatan sulit menghasilkan solusi jika kedua pihak tidak benar-benar memahami perspektif satu sama lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore