Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 22.36 WIB

Pilih Berdamai daripada Menang, Ini 7 Ciri Orang yang Sering Minta Maaf Lebih Dulu

Perilaku orang yang selalu pertama minta maaf setelah bertengkar kata Psikologi - Image

Perilaku orang yang selalu pertama minta maaf setelah bertengkar kata Psikologi

JawaPos.com - Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi konflik. Ada yang memilih diam sampai suasana kembali tenang, ada pula yang mempertahankan pendapatnya, sementara sebagian lainnya justru mengambil langkah pertama untuk meminta maaf.

Menjadi orang yang lebih dulu mengucapkan maaf setelah pertengkaran tidak selalu berarti dirinya paling bersalah. Dalam kondisi tertentu, kebiasaan tersebut dapat menunjukkan kemampuan seseorang dalam mengelola emosi, memahami perasaan orang lain, serta menjaga hubungan agar konflik tidak berkembang semakin panjang.

Namun, perlu dipahami bahwa perilaku meminta maaf lebih dulu tidak otomatis membuktikan seseorang memiliki kecerdasan emosional tinggi. Kondisi hubungan, pengalaman masa lalu, pola komunikasi, dan alasan di balik permintaan maaf juga perlu diperhatikan.

Dilansir dari Geediting.com, terdapat sejumlah karakteristik yang kerap dikaitkan dengan orang yang terbiasa menjadi pihak pertama yang meminta maaf setelah bertengkar.

Berikut tujuh di antaranya:

1. Memiliki Empati yang Kuat

Orang yang mudah mengambil inisiatif untuk meminta maaf biasanya mampu mempertimbangkan perasaan orang lain.

Ketika terjadi pertengkaran, mereka tidak hanya memikirkan sudut pandangnya sendiri. Mereka juga mencoba memahami bagaimana perkataan atau tindakan yang dilakukan mungkin telah memengaruhi lawan bicara.

Karena itu, permintaan maaf yang diberikan bisa menjadi bentuk kepedulian sekaligus usaha untuk memperbaiki keadaan.

2. Berani Mengakui Bagian dari Kesalahan

Meminta maaf lebih dahulu tidak selalu berarti menganggap diri sendiri sebagai satu-satunya pihak yang bersalah.

Sebaliknya, seseorang dapat mengakui bagian tertentu dari dirinya yang mungkin turut menyebabkan konflik. Misalnya, cara berbicara yang terlalu keras, perkataan yang menyinggung, atau reaksi emosional yang berlebihan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore