
seseorang yang belajar dengan cara yang salah./Magnific/jcomp
JawaPos.com - Kita hidup di zaman ketika informasi tersedia hampir tanpa batas. Kita bisa belajar bahasa baru melalui aplikasi, memahami matematika melalui video, membaca buku digital dalam hitungan detik, atau mempelajari keterampilan baru hanya dengan mengetikkan pertanyaan di mesin pencari.
Namun ada sebuah paradoks: akses terhadap informasi semakin mudah, tetapi belajar secara efektif tidak otomatis menjadi lebih mudah.
Banyak orang menghabiskan berjam-jam untuk belajar, tetapi beberapa hari kemudian sebagian besar materi sudah terlupakan. Mereka membaca halaman demi halaman, menonton video pembelajaran, memberi stabilo pada kalimat penting, membuat catatan yang rapi, bahkan membeli berbagai kursus—namun ketika harus menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari, mereka kesulitan.
Masalahnya sering kali bukan kurangnya kecerdasan.
Masalahnya adalah cara kita belajar sering kali dibentuk oleh kebiasaan yang terasa produktif, tetapi sebenarnya tidak terlalu efektif untuk membangun ingatan dan pemahaman.
Psikologi kognitif telah menunjukkan bahwa belajar bukan sekadar memasukkan informasi ke dalam kepala. Belajar melibatkan perhatian, memori, pengambilan kembali informasi, latihan, kesalahan, umpan balik, dan kemampuan menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.
JawaPos.com - Kita hidup di zaman ketika informasi tersedia hampir tanpa batas. Kita bisa belajar bahasa baru melalui aplikasi, memahami matematika melalui video, membaca buku digital dalam hitungan detik, atau mempelajari keterampilan baru hanya dengan mengetikkan pertanyaan di mesin pencari.
Namun ada sebuah paradoks: akses terhadap informasi semakin mudah, tetapi belajar secara efektif tidak otomatis menjadi lebih mudah.
Banyak orang menghabiskan berjam-jam untuk belajar, tetapi beberapa hari kemudian sebagian besar materi sudah terlupakan. Mereka membaca halaman demi halaman, menonton video pembelajaran, memberi stabilo pada kalimat penting, membuat catatan yang rapi, bahkan membeli berbagai kursus—namun ketika harus menjelaskan kembali apa yang telah dipelajari, mereka kesulitan.
Masalahnya sering kali bukan kurangnya kecerdasan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
