JawaPos.com – Kedewasaan seseorang tidak selalu dapat dilihat dari usia. Cara menghadapi persoalan, menerima masukan, mengelola emosi, hingga bertanggung jawab atas keputusan justru dapat memberikan gambaran mengenai kematangan emosional.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang belum memiliki kematangan emosional mungkin menunjukkan pola perilaku tertentu. Hal tersebut dapat terlihat ketika menghadapi konflik, menerima kritik, menjalani hubungan, maupun berhadapan dengan perasaan yang tidak menyenangkan.
Namun, ciri-ciri tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk memberi label kepada seseorang. Kematangan emosional merupakan sesuatu yang dapat berkembang melalui pengalaman, refleksi diri, dan kemauan untuk berubah.
Dilansir dari Geediting.com, berikut tujuh kebiasaan yang kerap dikaitkan dengan perempuan yang belum matang secara emosional.
Salah satu hal yang dapat diamati adalah bagaimana seseorang memberikan respons terhadap berbagai situasi.
Perempuan yang belum memiliki pengelolaan emosi yang baik terkadang memberikan reaksi yang jauh lebih besar dibandingkan persoalan yang dihadapi. Perbedaan pendapat sederhana, misalnya, dapat berkembang menjadi kemarahan atau kekecewaan yang sulit dikendalikan.
Padahal, kemampuan berhenti sejenak sebelum bereaksi merupakan bagian penting dari regulasi emosi. Dengan mengenali perasaan dan memahami pemicunya, seseorang dapat memilih respons yang lebih tepat.
Masukan dari orang lain tidak selalu mudah diterima, terutama ketika menyentuh kekurangan pribadi.
Seseorang dengan kematangan emosional yang belum berkembang dapat menganggap kritik sebagai bentuk serangan terhadap dirinya. Akibatnya, mereka mungkin langsung bersikap defensif, menolak masukan, atau justru menyalahkan orang yang memberikan kritik.
Sebaliknya, individu yang lebih matang secara emosional cenderung mampu memisahkan antara kritik terhadap perilaku dan penilaian terhadap harga dirinya. Masukan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi tanpa harus merasa dirinya direndahkan.
Setiap orang tentu dapat merasa marah, kecewa, sedih, atau tersinggung akibat suatu kejadian. Namun, mengelola perasaan tersebut tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
Perempuan yang belum matang secara emosional mungkin sering mengatakan bahwa suasana hatinya sepenuhnya disebabkan oleh tindakan orang lain. Pola seperti ini membuat seseorang sulit melihat bagaimana dirinya ikut menentukan respons terhadap suatu keadaan.
Dilansir dari pemikiran Viktor Frankl yang dikutip dalam sumber tersebut, terdapat ruang antara suatu kejadian dan respons manusia terhadapnya. Ruang tersebut memungkinkan seseorang memilih bagaimana akan bereaksi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
