Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Agustus 2026 | 00.38 WIB

Bikin Mental Tertekan, Ini 9 Ucapan Manipulator yang Sebaiknya Tidak Kamu Percayai

Ilustrasi seorang manipulator yang berbahaya saat mengobrol (freepik) - Image

Ilustrasi seorang manipulator yang berbahaya saat mengobrol (freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu tiba-tiba mempertanyakan kemampuan diri sendiri meski sudah melakukan yang terbaik? Atau ketika berhasil mencapai sesuatu, kamu justru menganggapnya sebagai keberuntungan belaka?

Kondisi tersebut terkadang bukan muncul begitu saja. Ada kemungkinan seseorang pernah berulang kali menyampaikan ucapan tertentu hingga akhirnya kata-kata tersebut tertanam kuat dalam pikiran dan memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri.

Manipulasi tidak selalu hadir dalam bentuk ancaman atau paksaan. Justru, bentuk yang lebih sulit dikenali dapat muncul melalui kalimat yang terdengar biasa, penuh perhatian, bahkan seolah-olah merupakan sebuah fakta. Jika terus diulang, ucapan tersebut dapat memengaruhi kepercayaan diri, cara mengambil keputusan, hingga penilaian seseorang terhadap realitas yang dialaminya.

Dilansir dari laman Geediting, terdapat sejumlah frasa yang kerap dikaitkan dengan perilaku manipulatif dan berpotensi membuat seseorang meragukan dirinya sendiri. Berikut di antaranya.

1. “Kamu terlalu sensitif”

Ucapan ini dapat membuat seseorang mempertanyakan apakah emosinya memang pantas dirasakan. Ketika rasa kecewa, marah, atau sedih selalu disebut berlebihan, lama-kelamaan seseorang bisa belajar untuk mengabaikan perasaannya sendiri.

Padahal, emosi dapat menjadi informasi mengenai bagaimana seseorang merespons suatu situasi. Karena itu, perasaan tidak seharusnya langsung dianggap sebagai sesuatu yang salah hanya karena orang lain tidak menyukainya.

2. “Tidak ada orang lain yang mau bertahan denganmu”

Kalimat seperti ini dapat menyerang rasa percaya diri sekaligus menimbulkan ketakutan akan kehilangan hubungan. Seseorang akhirnya merasa harus mempertahankan sebuah relasi apa pun kondisinya karena takut tidak akan menemukan orang lain.

Padahal, hubungan yang sehat semestinya dibangun atas dasar saling menghargai. Seseorang tidak perlu merasa harus menerima perlakuan buruk hanya karena takut ditinggalkan.

3. “Cuma aku yang benar-benar memahami kamu”

Sekilas, ucapan tersebut terdengar romantis atau menunjukkan kedekatan. Namun, jika digunakan untuk membuat seseorang menjauh dari keluarga, sahabat, atau lingkungan lainnya, kalimat ini dapat menjadi alat untuk menciptakan ketergantungan.

Seseorang bisa dibuat percaya bahwa hanya satu orang tertentu yang mampu memahami dirinya. Akibatnya, dukungan dari orang lain mulai dianggap tidak penting, bahkan tidak dipercaya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore