
Ilustrasi seorang manipulator yang berbahaya saat mengobrol (freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu tiba-tiba mempertanyakan kemampuan diri sendiri meski sudah melakukan yang terbaik? Atau ketika berhasil mencapai sesuatu, kamu justru menganggapnya sebagai keberuntungan belaka?
Kondisi tersebut terkadang bukan muncul begitu saja. Ada kemungkinan seseorang pernah berulang kali menyampaikan ucapan tertentu hingga akhirnya kata-kata tersebut tertanam kuat dalam pikiran dan memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri.
Manipulasi tidak selalu hadir dalam bentuk ancaman atau paksaan. Justru, bentuk yang lebih sulit dikenali dapat muncul melalui kalimat yang terdengar biasa, penuh perhatian, bahkan seolah-olah merupakan sebuah fakta. Jika terus diulang, ucapan tersebut dapat memengaruhi kepercayaan diri, cara mengambil keputusan, hingga penilaian seseorang terhadap realitas yang dialaminya.
Dilansir dari laman Geediting, terdapat sejumlah frasa yang kerap dikaitkan dengan perilaku manipulatif dan berpotensi membuat seseorang meragukan dirinya sendiri. Berikut di antaranya.
Ucapan ini dapat membuat seseorang mempertanyakan apakah emosinya memang pantas dirasakan. Ketika rasa kecewa, marah, atau sedih selalu disebut berlebihan, lama-kelamaan seseorang bisa belajar untuk mengabaikan perasaannya sendiri.
Padahal, emosi dapat menjadi informasi mengenai bagaimana seseorang merespons suatu situasi. Karena itu, perasaan tidak seharusnya langsung dianggap sebagai sesuatu yang salah hanya karena orang lain tidak menyukainya.
Kalimat seperti ini dapat menyerang rasa percaya diri sekaligus menimbulkan ketakutan akan kehilangan hubungan. Seseorang akhirnya merasa harus mempertahankan sebuah relasi apa pun kondisinya karena takut tidak akan menemukan orang lain.
Padahal, hubungan yang sehat semestinya dibangun atas dasar saling menghargai. Seseorang tidak perlu merasa harus menerima perlakuan buruk hanya karena takut ditinggalkan.
Sekilas, ucapan tersebut terdengar romantis atau menunjukkan kedekatan. Namun, jika digunakan untuk membuat seseorang menjauh dari keluarga, sahabat, atau lingkungan lainnya, kalimat ini dapat menjadi alat untuk menciptakan ketergantungan.
Seseorang bisa dibuat percaya bahwa hanya satu orang tertentu yang mampu memahami dirinya. Akibatnya, dukungan dari orang lain mulai dianggap tidak penting, bahkan tidak dipercaya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
