
seseorang yang berusaha berpikir kritis./Magnific/magnific
JawaPos.com - Kecerdasan buatan telah mengubah cara manusia mencari informasi, bekerja, belajar, bahkan mengambil keputusan. Dalam hitungan detik, AI dapat menjelaskan konsep yang rumit, merangkum buku, membuat tulisan, memberikan ide, hingga membantu menyelesaikan berbagai persoalan.
Kemudahan ini tentu sangat berguna. Namun, ada satu pertanyaan penting yang sering terlupakan: apa yang terjadi jika kita terlalu sering membiarkan AI berpikir untuk kita?
Masalahnya bukan semata-mata karena AI “membuat manusia menjadi bodoh”. Persoalan yang lebih halus adalah ketika seseorang semakin jarang menggunakan kemampuan mental yang sebelumnya ia gunakan secara aktif: mempertanyakan informasi, membandingkan bukti, mengingat, menyusun argumen, mencari kesalahan, dan mengambil keputusan berdasarkan penalarannya sendiri.
Dalam psikologi kognitif, kemampuan tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang kita ketahui, tetapi juga oleh seberapa sering kita melatih proses berpikir tersebut. Jika suatu proses mental terus digunakan, kita memiliki lebih banyak kesempatan untuk mempertahankan dan mengembangkannya. Sebaliknya, jika selalu dialihkan kepada alat eksternal, kita bisa kehilangan kesempatan untuk berlatih.
Karena itu, penggunaan AI yang sehat bukanlah tentang menolak teknologi. Justru sebaliknya: kita perlu belajar menggunakan AI tanpa menyerahkan seluruh proses berpikir kepada AI.
Dilansir dari Psychology Today pada Senin (17/8), terdapat tujuh kebiasaan yang dapat membantu mempertahankan kemampuan berpikir kritis di era kecerdasan buatan.
1. Biasakan Berpikir Sendiri Sebelum Bertanya kepada AI
Salah satu kebiasaan paling sederhana sekaligus paling penting adalah: jangan langsung bertanya kepada AI ketika menghadapi masalah.
Berikan otak Anda kesempatan untuk mencoba terlebih dahulu.
Misalnya, ketika mendapatkan sebuah pertanyaan sulit, jangan langsung mengetik:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
