
seseorang yang berhenti membuat orang terkesan
JawaPos.com - Di dunia yang semakin terhubung lewat media sosial dan tuntutan sosial, banyak orang tanpa sadar hidup dalam mode “ingin terlihat baik.” Mereka menyesuaikan pendapat, pencapaian, bahkan kepribadian demi mendapat validasi. Namun menurut psikologi perkembangan dan teori kepribadian, ada fase penting dalam hidup ketika seseorang berhenti mengejar kesan dan mulai mengejar makna.
Dalam kerangka perkembangan psikososial dari Erik Erikson, kematangan emosional ditandai dengan pergeseran fokus dari pencarian pengakuan menuju pembentukan identitas dan kontribusi yang autentik. Sementara itu, pendekatan humanistik dari Carl Rogers menekankan pentingnya self-acceptance dan hidup selaras dengan diri sejati.
Dilansir dari Geediting, orang yang diam-diam berhenti berusaha mengesankan semua orang biasanya tidak sedang “menyerah.” Justru, mereka sedang bertumbuh. Berikut adalah delapan tanda kematangan emosional yang sering muncul.
1. Tidak Lagi Bergantung pada Validasi Eksternal
Mereka tidak lagi mengukur nilai diri dari pujian, “like,” atau pengakuan sosial. Kepercayaan diri mereka bersumber dari standar internal.
Konsep self-actualization yang diperkenalkan oleh Abraham Maslow menjelaskan bahwa pada tingkat kebutuhan tertinggi, manusia terdorong untuk menjadi versi terbaik dirinya — bukan untuk mengesankan orang lain, tetapi untuk memenuhi potensi pribadinya.
2. Nyaman dengan Ketidaksepakatan
Orang yang matang secara emosional tidak takut berbeda pendapat. Mereka tidak merasa harus selalu disukai.
Menurut penelitian tentang differentiation of self dari Murray Bowen, individu yang sehat secara emosional mampu mempertahankan identitas dan keyakinannya meskipun berada di tengah tekanan sosial.
3. Tidak Berlebihan Menceritakan Pencapaian
Alih-alih membanggakan diri, mereka membiarkan hasil kerja berbicara. Mereka memahami bahwa harga diri sejati tidak perlu diumumkan.
Psikologi sosial menunjukkan bahwa kebutuhan untuk terus memamerkan pencapaian sering kali berkaitan dengan rasa tidak aman yang tersembunyi.
4. Lebih Memilih Kedalaman daripada Popularitas
Mereka tidak lagi mengejar lingkaran sosial besar demi status. Kualitas hubungan lebih penting daripada kuantitas.
Dalam teori keterikatan (attachment theory) yang dikembangkan oleh John Bowlby, keamanan emosional terbentuk dari hubungan yang stabil dan bermakna, bukan dari banyaknya koneksi superfisial.
5. Mampu Mengakui Kesalahan Tanpa Drama
Berhenti berusaha terlihat sempurna berarti berani mengakui kesalahan. Orang yang matang tahu bahwa kesalahan adalah bagian dari pertumbuhan.
Pendekatan terapi rasional-emosional dari Albert Ellis menekankan pentingnya menerima ketidaksempurnaan diri sebagai manusia.
6. Tidak Mudah Tersinggung oleh Kritik
Mereka mampu membedakan antara kritik konstruktif dan serangan pribadi. Alih-alih defensif, mereka reflektif.
Ini sejalan dengan konsep growth mindset yang dipopulerkan oleh Carol Dweck — keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan pembelajaran.
7. Mengutamakan Nilai Pribadi daripada Citra
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
