Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Agustus 2026 | 02.09 WIB

Dari Mandiri hingga Lebih Peka, 7 Karakter yang Bisa Terbentuk dari Keluarga Broken Home

Sifat anak yang tumbuh dari keluarga broken home menurut psikologi. (Freepik/ freepik) - Image

Sifat anak yang tumbuh dari keluarga broken home menurut psikologi. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Pengalaman tumbuh dalam keluarga yang mengalami perceraian atau konflik berkepanjangan dapat meninggalkan pengaruh yang berbeda pada setiap anak.

Sebagian mungkin mengalami kesulitan dalam mengelola emosi maupun membangun hubungan, sementara sebagian lainnya justru berkembang menjadi pribadi yang lebih mandiri dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Psikologi sendiri tidak memandang perceraian orang tua sebagai faktor tunggal yang otomatis menentukan kepribadian seorang anak. Kondisi sebelum dan sesudah perceraian, tingkat konflik antarkedua orang tua, kualitas pengasuhan, keadaan ekonomi, serta dukungan dari lingkungan turut memengaruhi proses penyesuaian anak.

Karena itu, istilah broken home tidak seharusnya menjadi label yang menentukan masa depan seseorang. Namun, dari berbagai pengalaman tersebut, ada sejumlah karakter yang mungkin berkembang pada sebagian orang.

Dilansir dari Geediting.com, berikut tujuh karakter yang dikaitkan dengan pengalaman tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis.

1. Lebih Tangguh Menghadapi Kesulitan

Perubahan besar dalam keluarga dapat membuat seorang anak harus berhadapan dengan keadaan yang tidak mudah. Perpindahan tempat tinggal, perubahan rutinitas, atau berkurangnya waktu bersama salah satu orang tua merupakan beberapa situasi yang mungkin terjadi.

Dalam proses menyesuaikan diri, sebagian anak dapat mengembangkan kemampuan untuk menghadapi tekanan dan bangkit dari keadaan sulit.

Pengalaman tersebut pada akhirnya bisa menjadi bekal ketika mereka menghadapi persoalan lain saat beranjak dewasa.

Meski begitu, ketangguhan bukan sesuatu yang otomatis muncul setelah perceraian. Dukungan dari orang tua, keluarga, teman, dan lingkungan yang aman tetap berperan besar dalam membantu anak beradaptasi. Penelitian mengenai anak dari keluarga bercerai juga menunjukkan adanya jalur resiliensi yang dapat diperkuat melalui lingkungan dan hubungan keluarga yang positif.

2. Terbiasa Mengandalkan Diri Sendiri

Sebagian anak yang menghadapi perubahan dalam keluarga dapat belajar menjadi lebih mandiri sejak usia muda.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore