
Ilustrasi orang membaca buku, salah satu hal keunggulan yang dilakukan orang yang dibesarkan tanpa ponsel pintar.(Freepik)
JawaPos.com - Bagi generasi muda, sulit membayangkan bagaimana anak-anak pada tahun 1900-an bisa melakukan apa pun tanpa ponsel pintar. Namun, bagi siapa pun yang tumbuh besar tanpa teknologi tersebut, kenyataan bahwa anak-anak zaman sekarang tidak bisa membaca peta atau menulis dengan huruf sambung sungguh memilukan.
Pada dasarnya, kita semua membawa superkomputer di saku kita, dan hal ini membuat kita sedikit malas. Meskipun keterampilan hidup yang harus dipelajari anak-anak sebelum semua orang memiliki ponsel kini hampir usang, tidak ada salahnya bagi anak-anak untuk mempelajarinya. Bahkan, beberapa di antaranya mungkin sangat bermanfaat bagi perkembangan dan keterampilan berpikir kritis mereka.
Dilansir dari yourtango pada Selasa (4/8), kaum muda mungkin tidak akan pernah mempelajari keterampilan hidup dasar ini yang telah dipelajari sejak dini oleh orang-orang yang tumbuh besar sebelum era ponsel pintar:
1. Pentingnya tulisan tangan yang rapi serta cara menulis dan membaca huruf cursive
Tulisan tangan ada sejak penemuan mesin ketik komersial pada tahun 1866. Namun, hal itu tidak membuat tulisan tangan menjadi tidak berguna sampai keadaan mulai berubah dan komputer pribadi ada di setiap rumah pada akhir tahun 90-an. Namun, bahkan saat itu, menulis tetap merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki karena Anda tidak membawa komputer ke mana pun Anda pergi.
Kini, menulis tangan telah menjadi seni yang hilang. Dulu, dianggap sebagai pelanggaran serius jika guru Anda tidak bisa membaca tulisan tangan Anda yang berantakan, dan Anda bisa dihukum jika tidak bisa menulis huruf kursif dengan benar. Kini, ruang kelas telah beralih ke digital, dan pesan teks telah menggantikan sebagian besar komunikasi tertulis. Pada awal tahun ajaran 2021-2022, 96% sekolah negeri melaporkan telah menyediakan perangkat digital bagi para siswanya.
Masalah dari peralihan ini adalah bahwa menulis sangat penting bagi perkembangan otak, terutama pada anak-anak usia dini. Selain itu, sangatlah penting bagi mereka untuk bisa membaca tulisan kursif meskipun mereka tidak pernah menuliskannya.
2. Membaca untuk kesenangan
Dulu, pada era '80-an dan '90-an, jika kartun favoritmu tidak tayang, kamu harus mencari cara lain untuk memuaskan hasrat imajinasimu. Saat tidak sedang bersepeda di luar atau berkumpul dengan teman-teman, kamu pasti sedang membaca buku. Dan inilah hal yang paling mengejutkan—yang pasti akan membuat kebanyakan remaja zaman sekarang tercengang: membaca itu menyenangkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022