Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Agustus 2026 | 14.35 WIB

Orang yang Dibesarkan Tanpa Ponsel Menguasai 6 Keterampilan Hidup yang Tak Dimiiliki Banyak Pemuda

Ilustrasi orang membaca buku, salah satu hal keunggulan yang dilakukan orang yang dibesarkan tanpa ponsel pintar.(Freepik) - Image

Ilustrasi orang membaca buku, salah satu hal keunggulan yang dilakukan orang yang dibesarkan tanpa ponsel pintar.(Freepik)

JawaPos.com - Bagi generasi muda, sulit membayangkan bagaimana anak-anak pada tahun 1900-an bisa melakukan apa pun tanpa ponsel pintar. Namun, bagi siapa pun yang tumbuh besar tanpa teknologi tersebut, kenyataan bahwa anak-anak zaman sekarang tidak bisa membaca peta atau menulis dengan huruf sambung sungguh memilukan.

Pada dasarnya, kita semua membawa superkomputer di saku kita, dan hal ini membuat kita sedikit malas. Meskipun keterampilan hidup yang harus dipelajari anak-anak sebelum semua orang memiliki ponsel kini hampir usang, tidak ada salahnya bagi anak-anak untuk mempelajarinya. Bahkan, beberapa di antaranya mungkin sangat bermanfaat bagi perkembangan dan keterampilan berpikir kritis mereka.

Dilansir dari yourtango pada Selasa (4/8), kaum muda mungkin tidak akan pernah mempelajari keterampilan hidup dasar ini yang telah dipelajari sejak dini oleh orang-orang yang tumbuh besar sebelum era ponsel pintar:


1. Pentingnya tulisan tangan yang rapi serta cara menulis dan membaca huruf cursive

Tulisan tangan ada sejak penemuan mesin ketik komersial pada tahun 1866. Namun, hal itu tidak membuat tulisan tangan menjadi tidak berguna sampai keadaan mulai berubah dan komputer pribadi ada di setiap rumah pada akhir tahun 90-an. Namun, bahkan saat itu, menulis tetap merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki karena Anda tidak membawa komputer ke mana pun Anda pergi.

Kini, menulis tangan telah menjadi seni yang hilang. Dulu, dianggap sebagai pelanggaran serius jika guru Anda tidak bisa membaca tulisan tangan Anda yang berantakan, dan Anda bisa dihukum jika tidak bisa menulis huruf kursif dengan benar. Kini, ruang kelas telah beralih ke digital, dan pesan teks telah menggantikan sebagian besar komunikasi tertulis. Pada awal tahun ajaran 2021-2022, 96% sekolah negeri melaporkan telah menyediakan perangkat digital bagi para siswanya.

Masalah dari peralihan ini adalah bahwa menulis sangat penting bagi perkembangan otak, terutama pada anak-anak usia dini. Selain itu, sangatlah penting bagi mereka untuk bisa membaca tulisan kursif meskipun mereka tidak pernah menuliskannya.

2. Membaca untuk kesenangan

Dulu, pada era '80-an dan '90-an, jika kartun favoritmu tidak tayang, kamu harus mencari cara lain untuk memuaskan hasrat imajinasimu. Saat tidak sedang bersepeda di luar atau berkumpul dengan teman-teman, kamu pasti sedang membaca buku. Dan inilah hal yang paling mengejutkan—yang pasti akan membuat kebanyakan remaja zaman sekarang tercengang: membaca itu menyenangkan.

Editor: Kuswandi
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore