Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 22.34 WIB

8 Tipe Rekan Kerja Sulit yang Paling Umum Ditemui di Setiap Kantor Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang bertemu dengan rekan kerja yang sulit./Magnific/The Yuri Arcurs Collection - Image

seseorang yang bertemu dengan rekan kerja yang sulit./Magnific/The Yuri Arcurs Collection

JawaPos.com - Di setiap lingkungan kerja, keberagaman karakter merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Perbedaan kepribadian, pola komunikasi, nilai, hingga cara menyelesaikan pekerjaan sering kali menjadi sumber kolaborasi yang produktif. Namun, di sisi lain, tidak sedikit orang yang harus menghadapi rekan kerja dengan perilaku yang menyulitkan.

Dalam psikologi organisasi, perilaku yang dianggap "sulit" bukan berarti seseorang memiliki gangguan mental atau kepribadian yang buruk. Sebagian besar perilaku tersebut muncul akibat stres kerja, pola asuh, pengalaman masa lalu, tekanan target, atau gaya kepribadian tertentu.

Masalah muncul ketika perilaku tersebut dilakukan secara konsisten hingga mengganggu produktivitas, hubungan tim, bahkan kesehatan mental rekan kerja lainnya.

Dilansir dari Psychology Today, terdapat delapan tipe rekan kerja sulit yang paling sering ditemukan di berbagai kantor beserta penjelasan psikologis dan cara menghadapinya.

1. Si Tukang Mengeluh (The Chronic Complainer)

Hampir setiap kantor memiliki seseorang yang selalu menemukan alasan untuk mengeluh. Mulai dari pekerjaan yang terlalu banyak, kebijakan perusahaan, atasan, rekan kerja, hingga hal-hal kecil seperti pendingin ruangan atau jadwal rapat.

Menurut psikologi, perilaku ini sering berkaitan dengan negative bias, yaitu kecenderungan otak lebih mudah fokus pada pengalaman negatif dibandingkan pengalaman positif. Dalam beberapa kasus, kebiasaan mengeluh juga menjadi mekanisme untuk mencari validasi atau perhatian dari lingkungan sekitar.

Dampaknya bagi tim
Menurunkan semangat kerja.
Menyebarkan suasana negatif.
Membuat anggota tim kehilangan motivasi.
Cara menghadapinya

Dengarkan seperlunya tanpa ikut terbawa emosi. Arahkan percakapan menuju solusi daripada terus membahas masalah. Bila keluhan mulai memengaruhi pekerjaan, buat batasan komunikasi secara profesional.

2. Si Penggosip (The Office Gossip)

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore