Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Agustus 2026 | 01.28 WIB

Jika Anda Ingin Memiliki Hubungan Dekat dengan Rekan Kerja, Lakukan 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang dekat dengan rekan kerja / foto: Magnific/katemangostar

 

JawaPos.com - Hubungan yang baik dengan rekan kerja bukan hanya membuat suasana kantor menjadi lebih menyenangkan, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas, kesehatan mental, hingga peluang karier. Penelitian dalam bidang psikologi organisasi menunjukkan bahwa orang yang memiliki hubungan positif di tempat kerja cenderung lebih bahagia, lebih mudah bekerja sama, dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

Namun, membangun kedekatan dengan rekan kerja bukan berarti harus menjadi pribadi yang paling cerewet atau selalu mengajak semua orang berkumpul. Kedekatan justru lahir dari perilaku-perilaku sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Dilansir dari Psychology Today pada Senin (3/8), terdapat tujuh perilaku yang menurut psikologi dapat membantu Anda membangun hubungan yang lebih dekat dan hangat dengan rekan kerja.

1. Jadilah Pendengar yang Benar-Benar Hadir

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah merasa didengar. Ketika seseorang menceritakan pengalaman atau pendapatnya, mereka ingin lawan bicara benar-benar memperhatikan, bukan sekadar menunggu giliran berbicara.

Psikologi menyebut keterampilan ini sebagai active listening atau mendengarkan secara aktif. Orang yang menjadi pendengar yang baik akan memberikan kontak mata, menganggukkan kepala, mengajukan pertanyaan yang relevan, dan tidak mudah memotong pembicaraan.

Misalnya, ketika rekan kerja bercerita tentang proyek yang sedang dikerjakannya, cobalah untuk mendengarkan hingga selesai. Tunjukkan ketertarikan dengan bertanya, "Bagaimana akhirnya proyek itu berjalan?" atau "Apa tantangan terbesarnya?"

Sikap sederhana seperti ini membuat orang merasa dihargai. Dalam jangka panjang, mereka akan lebih nyaman berbicara dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan Anda.

2. Tunjukkan Empati, Bukan Sekadar Simpati

Empati berarti berusaha memahami apa yang dirasakan orang lain tanpa terburu-buru menghakimi atau memberikan solusi.

Ketika rekan kerja sedang mengalami tekanan, hindari langsung mengatakan, "Santai saja," atau "Itu hal biasa."

Sebaliknya, cobalah mengatakan:

"Sepertinya memang cukup berat ya. Kalau ada yang bisa kubantu, kabari saja."

Kalimat sederhana tersebut menunjukkan bahwa Anda memahami kondisi mereka.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa empati meningkatkan rasa percaya dalam hubungan interpersonal. Orang akan merasa lebih aman berada di sekitar individu yang mampu memahami perasaan mereka.

3. Berikan Apresiasi Secara Tulus

Setiap orang ingin usahanya dihargai.

Sayangnya, di lingkungan kerja banyak orang lebih mudah mengkritik daripada memberikan apresiasi.

Padahal, ucapan sederhana seperti:

"Presentasimu tadi sangat jelas."
"Terima kasih sudah membantuku."
"Idemu sangat membantu tim."

dapat meningkatkan hubungan sosial secara signifikan.

Psikologi positif menjelaskan bahwa apresiasi yang tulus memperkuat emosi positif dan menciptakan hubungan yang lebih erat.

Yang perlu diingat, berikan pujian yang spesifik. Hindari pujian yang berlebihan karena justru terdengar tidak tulus.

4. Konsisten Menepati Janji

Kepercayaan merupakan fondasi dari setiap hubungan.

Menurut psikologi sosial, seseorang akan lebih mudah dekat dengan orang yang dianggap dapat dipercaya.

Kepercayaan dibangun melalui tindakan kecil, misalnya:

Menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang dijanjikan.
Datang tepat waktu saat rapat.
Mengirimkan dokumen sesuai kesepakatan.
Tidak mengingkari komitmen.

Ketika Anda dikenal sebagai pribadi yang konsisten, rekan kerja akan merasa nyaman bekerja bersama Anda. Mereka tahu bahwa Anda adalah orang yang dapat diandalkan.

5. Bersikap Ramah Melalui Hal-Hal Kecil

Hubungan yang kuat sering kali tidak dibangun melalui momen besar, tetapi dari interaksi sederhana yang dilakukan setiap hari.

Contohnya:

Menyapa terlebih dahulu saat bertemu.
Tersenyum ketika berpapasan.
Mengucapkan selamat pagi.
Menanyakan kabar dengan tulus.
Mengucapkan terima kasih.

Psikologi mengenal fenomena yang disebut mere exposure effect, yaitu seseorang cenderung menyukai orang yang sering memberikan pengalaman positif dalam interaksi sehari-hari.

Semakin sering Anda menciptakan interaksi yang menyenangkan, semakin besar peluang hubungan menjadi lebih dekat.

6. Bersedia Membantu Tanpa Mengharapkan Balasan

Membantu rekan kerja tidak selalu harus dalam hal besar.

Terkadang, bantuan sederhana sudah sangat berarti, seperti:

Membantu menjelaskan pekerjaan.
Menggantikan sebentar ketika mereka memiliki keperluan mendesak.
Memberikan informasi yang mereka butuhkan.
Membantu menyelesaikan tugas saat tim sedang sibuk.

Dalam psikologi sosial terdapat konsep reciprocity, yaitu kecenderungan manusia untuk membalas kebaikan yang diterimanya.

Namun, tujuan utama membantu bukan agar mendapat balasan. Justru ketika bantuan diberikan secara tulus, hubungan menjadi lebih hangat dan saling percaya.

7. Jadilah Diri Sendiri dan Tunjukkan Keaslian

Banyak orang berpikir bahwa agar disukai, mereka harus selalu menyenangkan semua orang.

Padahal, penelitian menunjukkan bahwa orang lebih mudah mempercayai individu yang terlihat autentik dibanding mereka yang terlalu berusaha tampil sempurna.

Keaslian berarti:

Berani mengakui kesalahan.
Tidak berpura-pura mengetahui semua hal.
Memiliki pendapat sendiri dengan tetap menghargai orang lain.
Bersikap konsisten antara ucapan dan tindakan.

Orang yang autentik memberikan rasa aman karena perilakunya dapat diprediksi dan tidak dibuat-buat.

Seiring waktu, sikap inilah yang membangun hubungan yang lebih dalam dibanding sekadar pencitraan.

Mengapa Tujuh Perilaku Ini Efektif?

Ketujuh perilaku tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu memenuhi kebutuhan psikologis dasar manusia untuk merasa dihargai, didengar, dipercaya, dan diterima.

Ketika seseorang merasakan hal-hal tersebut saat berinteraksi dengan Anda, otak akan mengasosiasikan kehadiran Anda dengan pengalaman yang positif. Akibatnya, mereka akan lebih nyaman bekerja sama, lebih terbuka dalam berkomunikasi, dan hubungan profesional perlahan berkembang menjadi hubungan yang lebih akrab.

Perlu dipahami bahwa membangun kedekatan tidak terjadi dalam semalam. Dibutuhkan konsistensi dan ketulusan. Hubungan yang sehat bukan dibangun melalui pencitraan, melainkan melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Penutup

Memiliki hubungan yang dekat dengan rekan kerja bukan hanya membuat lingkungan kerja terasa lebih nyaman, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih baik, meningkatkan kepercayaan, serta mendukung perkembangan karier.

Mulailah dari langkah-langkah sederhana: dengarkan dengan penuh perhatian, tunjukkan empati, berikan apresiasi, tepati janji, bersikap ramah, bantu dengan tulus, dan jadilah diri sendiri. Ketujuh perilaku tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi menurut psikologi, justru kebiasaan-kebiasaan kecil inilah yang paling berpengaruh dalam membangun hubungan yang kuat dan bertahan lama di tempat kerja.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore