Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2026 | 19.50 WIB

7 Kebiasaan "Malas" yang Sebenarnya Merupakan Tanda Kecerdasan Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?

seseorang yang sebenarnya cerdas / foto: Magnific/stockking

 

JawaPos.com - Di masyarakat, orang yang terlihat malas sering kali mendapat cap negatif. Mereka dianggap tidak produktif, kurang ambisius, atau tidak memiliki motivasi. Namun, psikologi modern menunjukkan bahwa tidak semua perilaku yang tampak "malas" benar-benar mencerminkan kemalasan.

Dalam banyak kasus, kebiasaan tertentu justru menunjukkan seseorang memiliki kemampuan berpikir yang lebih mendalam, lebih strategis, dan lebih efisien. Orang cerdas cenderung tidak menghabiskan energi untuk hal-hal yang mereka anggap tidak penting. Mereka memilih mengalokasikan waktu dan tenaga pada aktivitas yang benar-benar memberikan manfaat.

Tentu saja, ini bukan berarti semua orang yang malas adalah jenius.

Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (21/7), terdapat beberapa kebiasaan berikut sering ditemukan pada individu dengan kemampuan kognitif tinggi.

1. Lebih Suka Berdiam Diri Daripada Banyak Bicara

Orang yang pendiam sering dianggap kurang percaya diri atau tidak ramah. Padahal, menurut psikologi, mereka bisa saja sedang memproses informasi lebih dalam.

Individu dengan kecerdasan tinggi biasanya lebih banyak mengamati sebelum berbicara. Mereka tidak merasa perlu mengomentari segala sesuatu. Sebaliknya, mereka memilih mendengarkan, menganalisis, lalu memberikan pendapat ketika memang diperlukan.

Mereka memahami bahwa berbicara terlalu banyak tidak selalu berarti lebih pintar. Justru kemampuan mengendalikan ucapan menunjukkan kematangan berpikir.

2. Sering Menunda Pekerjaan Karena Terlalu Banyak Berpikir

Prokrastinasi memang dapat menjadi kebiasaan buruk. Namun dalam beberapa kasus, orang yang tampak menunda pekerjaan sebenarnya sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum bertindak.

Psikolog menyebut fenomena ini sebagai analysis process, yaitu kecenderungan untuk mengevaluasi banyak pilihan agar menghasilkan keputusan terbaik.

Mereka tidak ingin sekadar cepat selesai, tetapi ingin memastikan hasil akhirnya benar-benar optimal.

Tentunya, jika dilakukan berlebihan, kebiasaan ini juga bisa menjadi penghambat. Kuncinya adalah mampu menyeimbangkan antara berpikir dan bertindak.

3. Tidak Suka Sibuk Tanpa Tujuan

Ada orang yang selalu terlihat sibuk sepanjang hari. Namun, sibuk belum tentu produktif.

Sebaliknya, individu cerdas sering kali memilih cara kerja yang lebih sederhana. Mereka menghindari pekerjaan yang tidak memberikan dampak besar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore