Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Juli 2026 | 22.00 WIB

Orang yang Berjabat Tangan Mantap dan Kontak Mata saat Berkenalan Menunjukkan 9 Kualitas Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang memperkenalkan diri dengan jabat tangan (Magnific/Tete_escape) - Image

Ilustrasi seseorang yang memperkenalkan diri dengan jabat tangan (Magnific/Tete_escape)


JawaPos.com - Saat pertama kali bertemu seseorang, kita sering kali sudah memberikan penilaian hanya dalam hitungan detik, bahkan sebelum ada kata yang diucapkan. Cara berjabat tangan dan melakukan kontak mata bukan sekadar tata krama, melainkan tanda psikologis yang kuat. Dalam ilmu psikologi sosial, momen ini disebut sebagai first impression window atau jendela kesan pertama. Pada waktu yang singkat inilah otak kita langsung menilai karakter, niat, dan kepribadian orang tersebut.

Jabat tangan yang pas tidak terlalu lemah namun juga tidak terlalu keras, serta kontak mata yang wajar biasanya menunjukkan bahwa seseorang memiliki kualitas diri yang baik. Oleh karena itu, bahasa tubuh seperti ini sering terlihat pada orang-orang yang dapat dipercaya, dihormati, dan mudah menjalin hubungan baik dengan orang lain.

Dilansir dari Geediting, berbagai penelitian di bidang psikologi perilaku menunjukkan bahwa ada sembilan kualitas diri yang biasanya terlihat dari cara perkenalan seperti ini.

1. Kepercayaan Diri yang Sehat

Jabat tangan yang mantap menandakan seseorang nyaman dengan dirinya sendiri. Ia tidak berusaha mendominasi, tetapi juga tidak menunjukkan keraguan. Kontak mata yang stabil memperkuat kesan bahwa ia hadir sepenuhnya dalam interaksi tersebut. Psikologi menyebut ini sebagai secure confidence atau kepercayaan diri yang tidak agresif, namun solid dari dalam.

2. Kesadaran Sosial yang Baik

Orang yang mampu menyesuaikan tekanan jabat tangan dan durasi kontak mata biasanya memiliki empati sosial. Ia membaca situasi, memahami norma, dan peka terhadap kenyamanan orang lain. Ini menunjukkan kecerdasan sosial, yaitu kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa membuat suasana menjadi canggung atau terintimidasi.

3. Kejujuran dan Keterbukaan

Kontak mata sering dikaitkan dengan transparansi. Dalam psikologi komunikasi, menghindari tatapan mata kerap diasosiasikan meski tidak selalu dengan ketidaknyamanan atau keinginan menyembunyikan sesuatu. Sebaliknya, tatapan yang natural saat berjabat tangan memberi sinyal bahwa seseorang tidak memiliki niat tersembunyi dan terbuka dalam berinteraksi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore