
seseorang yang berhenti menyalahkan orang lain./Magnific/tirachardz
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan harapan. Ketika sesuatu berjalan buruk, sebagian orang cenderung menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi.
Sebaliknya, ada pula yang justru menyalahkan diri sendiri secara berlebihan hingga tenggelam dalam rasa bersalah. Kedua pola pikir ini dapat merusak kesehatan mental, hubungan sosial, dan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah secara efektif.
Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (14/7), psikologi modern menjelaskan bahwa kecenderungan menyalahkan orang lain maupun diri sendiri sebenarnya merupakan mekanisme psikologis yang muncul untuk melindungi harga diri atau mengurangi ketidaknyamanan emosional.
Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi pola berpikir yang tidak sehat dan bahkan mendorong seseorang untuk mengajukan tuntutan yang berlebihan kepada orang lain maupun kepada dirinya sendiri.
Artikel ini membahas bagaimana memahami akar psikologis dari perilaku menyalahkan, rasa bersalah yang berlebihan, serta cara mengembangkan pola pikir yang lebih sehat dan realistis.
Mengapa Kita Sering Menyalahkan Orang Lain?
Dalam psikologi, terdapat konsep yang disebut self-serving bias, yaitu kecenderungan seseorang mengaitkan keberhasilan dengan kemampuan dirinya sendiri, tetapi menghubungkan kegagalan dengan faktor eksternal.
Sebagai contoh, ketika seseorang berhasil dalam pekerjaannya, ia mungkin berpikir bahwa keberhasilan tersebut berasal dari kecerdasan dan kerja kerasnya. Namun ketika gagal, ia mungkin menyalahkan rekan kerja, kondisi lingkungan, atau situasi yang dianggap tidak mendukung.
Perilaku ini terjadi karena otak berusaha melindungi harga diri. Dengan menyalahkan pihak lain, seseorang dapat menghindari rasa malu, kecewa, atau takut dianggap tidak kompeten.
Meskipun dapat memberikan kenyamanan sesaat, kebiasaan ini memiliki dampak negatif, antara lain:

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
