Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Juli 2026 | 16.44 WIB

Cara Menghindari Menyalahkan Orang Lain dan Berhenti Merasa Bersalah hingga Mengajukan Tuntutan yang Berlebihan Menurut Psikologi

seseorang yang berhenti menyalahkan orang lain./Magnific/tirachardz - Image

seseorang yang berhenti menyalahkan orang lain./Magnific/tirachardz

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan harapan. Ketika sesuatu berjalan buruk, sebagian orang cenderung menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi.

Sebaliknya, ada pula yang justru menyalahkan diri sendiri secara berlebihan hingga tenggelam dalam rasa bersalah. Kedua pola pikir ini dapat merusak kesehatan mental, hubungan sosial, dan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah secara efektif.

Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (14/7), psikologi modern menjelaskan bahwa kecenderungan menyalahkan orang lain maupun diri sendiri sebenarnya merupakan mekanisme psikologis yang muncul untuk melindungi harga diri atau mengurangi ketidaknyamanan emosional.

Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi pola berpikir yang tidak sehat dan bahkan mendorong seseorang untuk mengajukan tuntutan yang berlebihan kepada orang lain maupun kepada dirinya sendiri.

Artikel ini membahas bagaimana memahami akar psikologis dari perilaku menyalahkan, rasa bersalah yang berlebihan, serta cara mengembangkan pola pikir yang lebih sehat dan realistis.

Mengapa Kita Sering Menyalahkan Orang Lain?

Dalam psikologi, terdapat konsep yang disebut self-serving bias, yaitu kecenderungan seseorang mengaitkan keberhasilan dengan kemampuan dirinya sendiri, tetapi menghubungkan kegagalan dengan faktor eksternal.

Sebagai contoh, ketika seseorang berhasil dalam pekerjaannya, ia mungkin berpikir bahwa keberhasilan tersebut berasal dari kecerdasan dan kerja kerasnya. Namun ketika gagal, ia mungkin menyalahkan rekan kerja, kondisi lingkungan, atau situasi yang dianggap tidak mendukung.

Perilaku ini terjadi karena otak berusaha melindungi harga diri. Dengan menyalahkan pihak lain, seseorang dapat menghindari rasa malu, kecewa, atau takut dianggap tidak kompeten.

Meskipun dapat memberikan kenyamanan sesaat, kebiasaan ini memiliki dampak negatif, antara lain:

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore