
ilustrasi orang toxic. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Berinteraksi dengan orang yang memiliki perilaku toxic dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental dan emosional.
Sikap serta kebiasaan mereka sering kali menguras energi, memicu stres, hingga membuat hubungan menjadi tidak sehat.
Karena itu, mengenali ciri-ciri perilaku toxic menjadi langkah penting agar Anda dapat menjaga batasan yang sehat dalam berinteraksi dengan orang lain.
Mengacu pada ulasan Geediting, berikut sembilan perilaku toxic yang menurut psikologi sebaiknya dihindari.
1. Mereka selalu benar
Hidup atau berinteraksi dengan seseorang yang selalu benar bisa sangat melelahkan.
Orang-orang toxic cenderung percaya bahwa mereka selalu benar dan orang lain salah.
Mereka sulit menerima pendapat yang berbeda dan berjuang keras membuktikan pendapat meskipun itu berarti menyakiti perasaan orang lain.
2. Mereka terus-menerus berperan sebagai korban
Pernahkah Anda memiliki teman atau kolega yang tampaknya selalu menjadi pihak yang menerima musibah dalam hidup?
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
