
Perilaku orang yang merahasiakan profil media sosial menurut psikologi./Freepik.
JawaPos.com - Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, media sosial menjadi salah satu sarana utama bagi banyak orang untuk berbagi cerita, pendapat, dan aktivitas sehari-hari. Meski demikian, ada pula individu yang lebih nyaman menjaga privasi dengan mengatur akun menjadi privat, membatasi informasi yang ditampilkan, atau menyembunyikan aktivitas mereka dari publik.
Dalam kajian psikologi, pilihan untuk merahasiakan profil media sosial tidak selalu berarti seseorang tertutup atau antisosial. Sebaliknya, keputusan tersebut dapat mencerminkan karakter, cara berpikir, serta kecenderungan emosional tertentu dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Merujuk pada ulasan yang dipublikasikan oleh geediting.com, terdapat delapan ciri perilaku yang sering dikaitkan dengan orang-orang yang memilih menjaga kerahasiaan profil media sosial mereka.
1. Mengendalikan privasi digital
Orang-orang yang mengatur akun media sosial mereka dalam mode privat memiliki kecenderungan kuat untuk mengontrol informasi pribadi mereka di dunia digital. Mereka sangat selektif dalam memilih siapa yang dapat mengakses unggahan dan foto-foto mereka, mencerminkan kebutuhan mendalam akan perlindungan privasi.
Sikap kehati-hatian ini bukan berarti negatif, melainkan menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya batasan personal di era digital. Perilaku ini mencerminkan kepribadian yang sangat menghargai ruang pribadi dan bijak dalam membagikan informasi.
2. Mengutamakan koneksi bermakna
Mereka yang menjaga privasi akun media sosialnya cenderung lebih fokus pada kualitas pertemanan dibanding kuantitas pengikut. Bagi mereka, berbagi momen hidup lebih bermakna ketika dilakukan dengan orang-orang yang benar-benar peduli dan memiliki hubungan dekat.
Kebahagiaan mereka tidak diukur dari jumlah likes atau followers, melainkan dari kedalaman hubungan yang terjalin. Preferensi ini mencerminkan kecenderungan mereka untuk menjalin interaksi sosial yang lebih dalam dan bermakna, baik di dunia maya maupun nyata.
3. Tingkat ekstroversi yang lebih rendah
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
