Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juli 2026 | 05.15 WIB

8 Tanda Kecerdasan Emosional yang Kerap Dimiliki Pria yang Menangis Saat Menonton Film, Apa Saja?

Ilustrasi pria menangis saat menonton film. (Freepik/DC Studio) - Image

Ilustrasi pria menangis saat menonton film. (Freepik/DC Studio)

JawaPos.com – Melihat seorang pria menitikkan air mata saat menyaksikan adegan mengharukan di film masih sering dipandang sebagai tanda kelembutan atau bahkan kelemahan oleh sebagian orang. Padahal, berbagai penelitian justru menunjukkan pandangan yang berbeda.

Dalam kajian psikologi, kebiasaan tersentuh hingga menangis saat menonton film sering dikaitkan dengan tingkat kecerdasan emosional (EQ) yang baik. Reaksi tersebut dapat mencerminkan kemampuan seseorang dalam memahami emosi, memiliki empati terhadap orang lain, serta mengelola perasaannya secara sehat.

Artinya, pria yang terlihat emosional saat menyaksikan film sedih belum tentu menunjukkan kelemahan. Sebaliknya, respons itu bisa menjadi gambaran bahwa ia memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengenali dan mengelola emosi, baik miliknya sendiri maupun orang di sekitarnya.

Dirangkum dari laman geediting.com, berikut delapan karakter yang menurut psikologi kerap ditemukan pada pria yang mudah menitikkan air mata saat menonton film yang menguras emosi.

1. Mereka merasakan perasaan orang lain

Saat melihat adegan anjingnya mati atau sepasang kekasih ketinggalan kereta, pria-pria ini tidak hanya memahami kesedihan karakter tersebut, mereka merasakannya dalam hati.

Studi tentang 'transportasi' naratif menunjukkan bahwa semakin dalam Anda tertarik pada sebuah cerita, semakin kuat respons empati Anda dan semakin tinggi skor Anda pada tes EQ standar.

Itulah sebabnya peneliti seperti ahli saraf Paul Zak menemukan lonjakan empati yang lebih besar (diukur melalui pelepasan oksitosin) pada pemirsa yang menangis dibandingkan pada mereka yang tidak menangis.

2. Mereka merasa keren saat menjadi rentan

Menangis di depan umum berarti melepaskan perisai emosional, sesuatu yang dihindari banyak pria dengan segala cara.

Penelitian kerentanan yang dilakukan Brené Brown menunjukkan bahwa orang yang bersedia mengambil risiko menangis membangun hubungan yang lebih dalam dan bangkit kembali lebih cepat dari rasa malu.

Pada pria, kemauan itu merupakan tanda kuat kepercayaan diri, bukan kelemahan.

3. Mereka membiarkan perasaan mengalir melalui diri mereka, tidak menumpuk di dalam diri mereka

Studi pengaturan emosi oleh James Gross dan Oliver John menemukan bahwa orang yang mengekspresikan emosi (alih-alih menekannya) menikmati suasana hati yang lebih baik, stres yang lebih rendah, dan hubungan yang lebih dekat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore