
seseorang yang kurang percaya diri./Magnific/azerbaijan_stockers
JawaPos.com - Kepercayaan diri tidak selalu terlihat dari cara seseorang berpakaian, jabatan yang dimiliki, atau seberapa lantang mereka berbicara. Dalam kehidupan sehari-hari, rasa percaya diri sering kali tercermin melalui pilihan kata yang digunakan saat berkomunikasi.
Psikologi menjelaskan bahwa bahasa bukan hanya alat untuk menyampaikan informasi, tetapi juga cerminan dari cara seseorang memandang dirinya sendiri. Orang yang memiliki kepercayaan diri rendah sering kali menggunakan frasa-frasa tertentu sebagai bentuk perlindungan diri, mencari validasi, atau menghindari penolakan.
Tentu saja, menggunakan satu atau dua frasa di bawah ini sesekali bukan berarti seseorang pasti tidak percaya diri. Konteks, budaya, dan situasi tetap berperan besar. Namun, apabila frasa-frasa ini muncul berulang kali dalam berbagai percakapan, hal tersebut dapat menjadi salah satu indikator adanya rasa tidak yakin terhadap diri sendiri.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (4/7), terdapat 10 frasa yang sering dikaitkan dengan rendahnya rasa percaya diri menurut berbagai temuan dalam psikologi komunikasi dan perilaku.
1. "Maaf kalau pertanyaan saya bodoh."
Meminta maaf sebelum bertanya merupakan kebiasaan yang cukup umum. Namun, ketika seseorang selalu mengawali pertanyaannya dengan menganggap dirinya "bodoh", hal itu menunjukkan bahwa ia sudah menghakimi dirinya sendiri sebelum orang lain sempat memberikan respons.
Dalam psikologi, perilaku ini sering dikaitkan dengan negative self-talk, yaitu kebiasaan berbicara negatif kepada diri sendiri. Orang tersebut menganggap pendapat atau pertanyaannya tidak cukup berharga sehingga perlu meminta maaf terlebih dahulu.
Padahal, bertanya merupakan bagian penting dari proses belajar. Orang yang percaya diri biasanya lebih nyaman mengakui bahwa mereka belum mengetahui sesuatu tanpa harus merendahkan diri.
2. "Saya mungkin salah, tapi..."
Frasa ini terdengar sopan, tetapi jika digunakan terlalu sering dapat menunjukkan keraguan terhadap kemampuan sendiri.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
