
Kebiasaan digital yang merusak kesehatan mental menurut Psikologi. (Freepik/ pvproductions)
JawaPos.com – Kemajuan teknologi digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari dan memberikan banyak kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Meski demikian, penggunaan teknologi yang tidak bijak juga dapat membawa dampak negatif, terutama terhadap kesehatan mental.
Menurut kajian psikologi, kebiasaan digital yang dilakukan secara berlebihan atau tanpa kontrol berpotensi memengaruhi kondisi emosional, menurunkan produktivitas, hingga mengganggu hubungan sosial. Oleh karena itu, mengenali pola penggunaan teknologi yang kurang sehat menjadi langkah penting untuk menjaga kesejahteraan mental.
Mengutip laporan dari geediting.com, terdapat sembilan kebiasaan digital yang perlu diwaspadai karena dinilai dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan mental menurut psikologi.
1. Kecanduan mengecek ponsel
Seperti sebuah refleks otomatis, tangan akan meraih ponsel setiap ada jeda dalam percakapan atau saat menunggu bus atau bahkan selama jeda iklan di TV. Kebiasaan ini sudah tertanam begitu dalam sehingga sering kali tidak disadari telah menjadi perilaku kompulsif yang sulit dikendalikan.
Setiap notifikasi yang masuk - baik itu pesan teks, email, atau update media sosial - memicu pelepasan dopamin di otak yang menciptakan siklus kecanduan dimana seseorang terus-menerus menginginkan “asupan” interaksi digital berikutnya. Kondisi ini membuat otak terprogram untuk tidak puas dengan momen saat ini dan selalu mencari stimulus eksternal.
2. Kebiasaan mengecek ponsel di pagi dan malam hari
Memulai hari dengan mengecek notifikasi ponsel membuat pikiran langsung dipenuhi berbagai informasi sebelum otak benar-benar siap memproses. Ketika malam, kebiasaan scrolling tanpa batas membuat jam tidur tertunda dan kualitas istirahat terganggu.
Paparan cahaya biru dari layar ponsel mengirim sinyal pada otak untuk tetap terjaga, mengganggu produksi hormon melatonin yang penting untuk tidur berkualitas. Kebiasaan ini menciptakan siklus tidak sehat dimana tubuh selalu dalam mode siaga dan sulit mendapatkan ketenangan yang dibutuhkan.
3. Doomscrolling tanpa sadar waktu

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
