Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 05.40 WIB

Cara Membuat Otak Menikmati Proses Sulit, Trik Psikologi agar Tidak Mudah Menunda dan Menyerah

Ilustrasi seseorang memegang gambar otak yang melambangkan proses berpikir manusia. ./(Magnific/Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang memegang gambar otak yang melambangkan proses berpikir manusia. ./(Magnific/Freepik)

JawaPos.com — Banyak orang ingin lebih disiplin dalam belajar, bekerja, berolahraga, atau membangun kebiasaan baik. Namun, begitu menghadapi proses yang terasa sulit, keinginan untuk menunda atau berhenti sering kali muncul meski mereka tahu aktivitas tersebut penting.

Menurut psikologi, penyebabnya bukan semata-mata karena seseorang kurang termotivasi. Cara otak memaknai usaha, tantangan, dan pengorbanan ternyata berperan besar dalam menentukan apakah seseorang mampu bertahan menjalani proses yang tidak mudah.

Psikolog Paul Bloom menjelaskan bahwa manusia memiliki kemampuan unik untuk menemukan kepuasan dalam aktivitas yang membutuhkan usaha besar. 

Melansir YouTube Psyphoria, Kamis (2/7), Paul Bloom menjelaskan bahwa otak manusia tidak hanya merespons rasa nyaman atau tidak nyaman, tetapi juga mempertimbangkan makna, biaya, dan usaha di balik suatu pengalaman. 

Dengan memahami mekanisme ini, seseorang dapat melatih otaknya agar lebih menikmati proses sulit sehingga tidak mudah menunda maupun menyerah. Berikut cara membuat otak Anda menikmati proses tersebut:

1. Ubah Cara Pandang terhadap Kesulitan

Menurut Paul Bloom, banyak orang menganggap rasa sulit sebagai tanda bahwa ada sesuatu yang salah. Padahal, otak justru dapat memandang kesulitan sebagai sinyal bahwa aktivitas tersebut memiliki nilai yang tinggi.

Bloom menjelaskan bahwa manusia memperoleh kepuasan bukan hanya dari hasil akhir, tetapi juga dari makna yang diberikan pada prosesnya. Karena itu, langkah pertama adalah berhenti melihat kesulitan sebagai musuh yang harus dihindari.

Ketika cara pandang berubah, rasa tidak nyaman tidak lagi selalu diartikan sebagai alasan untuk berhenti. Sebaliknya, otak mulai menghubungkan usaha dengan sesuatu yang bernilai.

2. Anggap Usaha sebagai Investasi, Bukan Beban

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore