Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 02.09 WIB

Benarkah Nikotin Bisa Tingkatkan Daya Ingat? Ini Temuan Studi dan Penjelasan Peneliti

Ilustrasi kandungan nikotin dalam sebatang rokok. (Canva) - Image

Ilustrasi kandungan nikotin dalam sebatang rokok. (Canva)

JawaPos.com - Sebuah penelitian ilmiah mengungkap bahwa nikotin memiliki potensi memengaruhi fungsi kognitif. Termasuk kemampuan mengingat dan belajar melalui mekanisme biologis di otak.

Namun, temuan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai rekomendasi untuk mengonsumsi produk yang mengandung nikotin, mengingat zat tersebut bersifat adiktif dan tetap memiliki risiko kesehatan.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam penelitian berjudul Molecular Insights into the Benefits of Nicotine on Memory and Cognition. Studi itu mengulas bagaimana nikotin berinteraksi dengan sistem saraf dan memengaruhi proses pembelajaran, memori, serta komunikasi antarsel saraf.

Ahmad Alhowail dari Department of Pharmacology and Toxicology, College of Pharmacy, Qassim University, Arab Saudi, menjelaskan, berdasar sejumlah bukti ilmiah, nikotin menunjukkan potensi membantu memperbaiki gangguan fungsi kognitif pada pasien Alzheimer, serta gangguan memori dan pergerakan pada penderita Parkinson.

Menurut dia, nikotin bekerja dengan memengaruhi berbagai mekanisme di otak yang berperan dalam proses belajar, mengingat informasi, dan menjaga kesehatan sel saraf. Sehingga berpotensi membantu mempertahankan fungsi kognitif.

Selain pada penyakit neurodegeneratif, penelitian tersebut juga mencatat adanya potensi nikotin dalam membantu memperbaiki gangguan memori yang berkaitan dengan hipotiroidisme, kurang tidur, hingga stres kronis. Pada individu sehat, nikotin dilaporkan dapat memengaruhi proses pembentukan memori dan meningkatkan kemampuan otak dalam menyimpan informasi melalui mekanisme komunikasi antarsel saraf.

"Meskipun nikotin memiliki karakteristik yang berpotensi menyebabkan ketergantungan apabila digunakan dengan cara dan dosis yang tidak tepat, nikotin juga memiliki sejumlah manfaat, termasuk meningkatkan fungsi kognitif pada individu sehat serta membantu memulihkan fungsi memori pada pasien dengan penyakit seperti alzheimer, parkinson, dan hipotiroidisme," ungkap Ahmad Alhowail, dikutip Kamis (2/7).

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa hasil penelitian tersebut masih berada dalam ranah kajian ilmiah mengenai mekanisme biologis nikotin. Temuan ini tidak berarti masyarakat dianjurkan mengonsumsi nikotin untuk meningkatkan daya ingat ataupun fungsi otak.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, mengatakan, temuan ilmiah semacam ini perlu dipahami secara proporsional berdasarkan bukti yang tersedia. Remaja, ibu hamil, maupun kelompok rentan lainnya dan non perokok, tetap tidak dianjurkan menggunakan produk yang mengandung nikotin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore