
Ilustrasi cemas (freepik)
JawaPos.com - Media sosial kini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat modern.
Namun, penggunaan yang berlebihan tanpa disadari dapat memberikan dampak kurang baik terhadap kesehatan mental, salah satunya munculnya rasa cemas.
Dalam kajian psikologi, media sosial diketahui dapat memicu kecemasan ketika seseorang terlalu sering membandingkan dirinya dengan orang lain, bergantung pada validasi dari dunia digital, atau mengalami ketakutan tertinggal informasi yang dikenal dengan istilah fear of missing out (FOMO).
Mengutip dari geediting.com pada Rabu (1/7), terdapat tujuh tanda yang menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat membuat seseorang menjadi lebih cemas menurut perspektif psikologi.
1. Membandingkan diri dengan orang lain
Perangkap membandingkan diri melalui media sosial telah menjadi fenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan digital saat ini. Setiap kali membuka feed media sosial, kita disuguhi berbagai konten tentang teman yang sedang berlibur mewah, rekan kerja yang mendapat promosi, atau teman seusia yang sudah membeli rumah pertama mereka.
Meski terlihat menyenangkan, konten-konten tersebut seringkali hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan seseorang, bukan realitas sehari-hari yang penuh tantangan dan hal-hal biasa. Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing dan apa yang terlihat di media sosial hanyalah highlight reel yang telah dikurasi dengan cermat.
2. Kebutuhan akan validasi yang tak berkesudahan
Perasaan bahagia yang muncul ketika postingan mendapat banyak like atau share telah menjadi fenomena umum di era digital. Tombol like yang sebenarnya hanya simbol dukungan digital telah berubah menjadi tolok ukur nilai diri bagi sebagian orang.
Sistem notifikasi yang terus-menerus membuat kita obsesif mengecek ponsel setiap beberapa menit. Platform media sosial sengaja dirancang untuk mengeksploitasi kebutuhan akan pengakuan ini, yang pada akhirnya dapat memicu kecemasan, stres, dan menurunkan kepercayaan diri.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
