Baca Juga: 10 Pengeluaran yang Dihindari Boomer tapi Terus Dibeli Gen Z dan Gaya Hidup Generasi Muda Saat IniGenerasi XMereka menemukan kebahagiaan dalam kemandirian dan kebebasan untuk membuat keputusan sendiri.
Hidup di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya perceraian, membuat mereka belajar untuk mengandalkan diri sendiri sejak usia dini.
Mereka tumbuh menghargai otonomi dalam kehidupan pribadi dan profesional sehingga kebahagiaan berarti memiliki kebebasan untuk memutuskan berbagai hal tanpa campur tangan pihak luar.
Validasi dan perhatian tidak terlalu penting untuk mereka.
Mereka merasa paling puas melalui membangun kehidupan yang stabil dan sukses sesuai keinginan mereka sendiri.
Banyak dari mereka menjadi generasi sandwich karena sering kali harus menyeimbangkan berbagai tanggung jawab.
Membuat mereka terjebak diantara merawat orang tua dan anak-anak mereka yang tentunya bergantung secara finansial.
Seperti generasi sebelumnya, baby boomer, generasi X juga melihat keamanan finansial dan kesuksesan karier sebagai komponen penting kebahagiaan, tapi dengan cara yang lebih praktis.
Mereka tidak peduli status, yang paling penting adalah mempertahankan gaya hidup yang nyaman, melunasi hutang, dan menabung untuk masa pensiun.
Hal yang paling mereka inginkan, yaitu mampu menghidupi diri sendiri sekaligus tetap memiliki kebebasan.
Generasi MilenialBagi mereka, bahagia berarti menemukan tujuan hidup.
Meski pencapaian profesional tetap penting, namun sebagian besar kebahagiaan generasi milenial terletak pada melakukan pekerjaan yang bermakna dan memuaskan.
Seiring perkembangan teknologi dan norma sosial, generasi milenial mulai mempertanyakan definisi kesuksesan tradisional.
Mereka lebih memilih mencari pekerjaan yang lebih sesuai dengan nilai dan minat mereka.
Stabilitas keuangan dipandang dari perspektif yang berbeda oleh mereka.
Tantangan seperti kenaikan biaya perumahan dan pasar kerja yang semakin kompetitif menggeser prioritas generasi ini dari mengumpulkan kekayaan sebanyak mungkin menjadi sekadar memiliki fleksibilitas dalam keuangan dan tetap bebas stres.
Kebahagiaan mereka terletak pada kemampuan untuk menikmati pengalaman dan menemukan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi yang sehat.
Selain itu, hubungan yang baik dan pertumbuhan pribadi berkontribusi signifikan terhadap kebahagiaan generasi milenial.
Percakapan seputar kesejahteraan emosional telah dinormalisasi di generasi ini.
Banyak dari mereka yang memilih untuk tidak langsung berkomitmen pada pernikahan dan kemajuan karier.
Sebaliknya, mereka lebih memilih menyisakan waktu untuk bepergian, hobi, perawatan diri, dan hal-hal lain yang disukai.
Mereka ingin hidup terasa bermanfaat, bukan sekadar mencapai tonggak-tonggak kesuksesan.
Generasi Z
Kebahagiaan Gen Z sangat terkait dengan otentisitas dan kesejahteraan pribadi.
Mereka tumbuh sepenuhnya di era digital dan mereka terus-menerus terpapar oleh aliran informasi, opini, dan perbandingan yang tiada habisnya.
Kaum muda yang sangat menyadari pentingnya kesehatan mental daripada mengejar versi kebahagiaan yang didefinisikan orang lain.
Mereka hidup dengan cara yang terasa sesuai dengan jati diri mereka.
Layaknya generasi milenial, Gen Z lebih suka menemukan tujuan dalam karier mereka.
Mereka menginginkan karier yang memberikan keamanan finansial, tapi juga menyisakan waktu untuk hobi dan minat mereka.
Kesenangan sederhana dan gaya hidup tanpa drama menjadi hal yang paling menarik bagi mereka.
Di saat yang sama, Gen Z menghadapi tantangan unik yang secara signifikan mengubah pandangan tentang kehidupan.
Mereka tidak lagi melihat kebahagiaan sebagai tujuan yang harus dicapai, melainkan sesuatu yang harus dipupuk dan dilindungi sepanjang hidup.***