Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 02.53 WIB

10 Hal yang Dilakukan Pria di Gym yang Membuat Orang Lain Memutar Mata dan Tidak Disukai Menurut Psikologi

seseorang yang tidak menguasai alat di gym / foto: Magnific/milanmarkovic - Image

seseorang yang tidak menguasai alat di gym / foto: Magnific/milanmarkovic

JawaPos.com - Gym seharusnya menjadi tempat untuk memperbaiki diri, bukan ajang mencari validasi. Namun, tanpa disadari, banyak pria melakukan kebiasaan tertentu yang justru membuat orang lain merasa terganggu. Ironisnya, mereka sering menganggap perilaku tersebut sebagai sesuatu yang normal, bahkan mengira itu menunjukkan rasa percaya diri.

Dari sudut pandang psikologi, perilaku-perilaku ini sering kali bukan muncul karena niat buruk. Sebaliknya, mereka dipengaruhi oleh kebutuhan akan pengakuan sosial, keinginan membangun citra diri, atau kurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (27/6), terdapat sepuluh kebiasaan pria di gym yang sering membuat orang lain memutar mata—meskipun pelakunya mungkin sama sekali tidak menyadarinya.

1. Menguasai Satu Alat Terlalu Lama Sambil Bermain Ponsel

Tidak ada yang salah dengan beristirahat di antara set latihan. Namun, ketika waktu istirahat berubah menjadi lima hingga sepuluh menit hanya karena asyik menggulir media sosial, orang lain mulai kehilangan kesabaran.

Dalam psikologi, fenomena ini berkaitan dengan egocentric bias, yaitu kecenderungan seseorang lebih fokus pada kebutuhannya sendiri daripada menyadari dampaknya terhadap orang lain.

Pelakunya sering kali merasa, "Saya masih menggunakan alat ini." Padahal, bagi orang lain, alat tersebut sebenarnya hanya sedang "diparkir."

Kesadaran situasional merupakan salah satu tanda kecerdasan sosial yang penting di ruang publik seperti gym.

2. Menjatuhkan Beban dengan Dramatis Setelah Set Selesai

Beberapa latihan berat memang mengharuskan beban dijatuhkan demi alasan keselamatan. Namun, ada pula yang sengaja membanting dumbbell atau barbell agar terdengar keras.

Psikologi sosial menjelaskan bahwa sebagian orang memiliki dorongan untuk menunjukkan kompetensi melalui sinyal yang mudah terlihat atau terdengar. Suara keras menjadi cara tidak langsung untuk mengatakan, "Lihat seberapa berat beban yang saya angkat."

Sayangnya, bagi sebagian besar orang di sekitar, perilaku ini justru terlihat seperti mencari perhatian.

Kekuatan tidak selalu perlu diumumkan melalui suara.

3. Terlalu Lama Berkaca Sambil Berpose

Cermin memang berguna untuk mengecek teknik latihan. Namun, jika lebih banyak waktu dihabiskan untuk memamerkan otot daripada berlatih, orang lain biasanya mulai merasa jengah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore