
seseorang yang membuat banyak orang merasa dihargai / foto: Magnific/pressfoto
JawaPos.com - Di tengah dunia yang serba cepat, banyak orang merasa didengar, tetapi tidak benar-benar dipahami. Kita sering berbicara untuk merespons, bukan untuk mengerti. Padahal, menurut berbagai penelitian psikologi komunikasi, rasa dihargai bukan hanya muncul dari tindakan besar, melainkan juga dari pilihan kata yang sederhana namun tulus.
Orang-orang yang mampu membangun hubungan yang hangat—baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun pertemanan—memiliki satu kesamaan. Mereka menggunakan frasa-frasa tertentu yang membuat lawan bicara merasa diperhatikan, diterima, dan dihormati.
Menariknya, frasa-frasa ini bukanlah teknik manipulasi. Sebaliknya, frasa tersebut mencerminkan empati, rasa hormat, dan kecerdasan emosional yang tinggi.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (27/6), terdapat tujuh frasa yang sering digunakan oleh orang-orang yang membuat banyak orang merasa dihargai, berdasarkan prinsip-prinsip psikologi.
1. "Terima kasih sudah memberi tahu saya."
Ucapan terima kasih biasanya diberikan ketika seseorang membantu kita. Namun, orang yang pandai membangun hubungan juga mengucapkan terima kasih ketika seseorang menyampaikan pendapat, kritik, atau bahkan kabar buruk.
Kalimat sederhana ini memberikan sinyal bahwa keberanian orang lain untuk berbicara tidak sia-sia. Mereka merasa suara mereka memiliki nilai.
Dalam psikologi, validasi seperti ini dapat memperkuat rasa aman secara emosional. Ketika seseorang merasa aman untuk berbicara, komunikasi menjadi lebih terbuka dan hubungan pun semakin kuat.
Daripada langsung membela diri atau menyela, mengucapkan "Terima kasih sudah memberi tahu saya" menunjukkan bahwa Anda menghargai kejujuran mereka.
2. "Saya mengerti kenapa kamu merasa seperti itu."
Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah merasa dipahami.
Frasa ini bukan berarti Anda selalu setuju dengan pendapat atau tindakan seseorang. Sebaliknya, Anda mengakui bahwa perasaan mereka masuk akal dari sudut pandang mereka.
Psikolog menyebut proses ini sebagai emotional validation. Ketika emosi seseorang divalidasi, tingkat pertahanan diri cenderung menurun sehingga percakapan menjadi lebih produktif.
Sebaliknya, kalimat seperti "Ah, jangan lebay" atau "Kamu terlalu sensitif" justru membuat seseorang merasa diabaikan.
3. "Apa pendapatmu?"

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
