
seseorang yang tersenyum dengan tulus / foto: Magnific/benzoix
JawaPos.com - Menjadi pribadi yang menarik bukan hanya soal wajah yang rupawan, pakaian bermerek, atau bentuk tubuh yang ideal. Berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa daya tarik seseorang jauh lebih banyak dipengaruhi oleh perilaku, cara berkomunikasi, dan sikap terhadap orang lain daripada sekadar penampilan fisik.
Tidak heran jika kita sering bertemu seseorang yang secara fisik biasa saja, tetapi mampu memikat banyak orang. Sebaliknya, ada pula orang yang memiliki penampilan menarik namun sulit disukai karena sikap dan kebiasaannya.
Kabar baiknya, daya tarik seperti ini dapat dilatih. Anda tidak perlu mengubah gaya berpakaian, menjalani perawatan mahal, atau mengubah penampilan secara drastis. Cukup dengan membangun kebiasaan tertentu, orang lain dapat melihat Anda sebagai sosok yang lebih hangat, percaya diri, dan menyenangkan.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (27/6), terdapat tujuh kebiasaan yang menurut psikologi dapat membuat Anda lebih menarik dalam waktu relatif singkat.
1. Tersenyum dengan Tulus
Senyuman merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal paling kuat. Dalam psikologi sosial, senyuman yang tulus mampu meningkatkan persepsi bahwa seseorang ramah, dapat dipercaya, dan mudah didekati.
Senyum yang berasal dari perasaan positif melibatkan otot di sekitar mata sehingga terlihat alami. Sebaliknya, senyum yang dipaksakan sering kali hanya melibatkan bibir sehingga mudah dikenali sebagai ekspresi yang kurang tulus.
Saat Anda tersenyum dengan tulus, orang lain cenderung merasa lebih nyaman berada di sekitar Anda. Bahkan, senyum juga dapat menciptakan efek "penularan emosi", di mana orang lain ikut merasakan suasana hati yang lebih positif.
Cara membiasakannya:
Sambut orang dengan senyum saat pertama bertemu.
Tersenyumlah ketika mengucapkan terima kasih.
Jangan memaksakan senyum dalam setiap situasi, tetapi biarkan muncul secara alami.
2. Menjadi Pendengar yang Baik
Salah satu kesalahan terbesar dalam komunikasi adalah terlalu fokus untuk berbicara daripada mendengarkan.
Psikologi menunjukkan bahwa manusia secara alami menyukai orang yang membuat mereka merasa didengar dan dipahami. Ketika seseorang benar-benar memperhatikan cerita kita, otak akan mengasosiasikan pengalaman tersebut dengan perasaan nyaman.
Menjadi pendengar yang baik bukan berarti hanya diam. Anda perlu memberikan respons seperti menganggukkan kepala, mengajukan pertanyaan lanjutan, atau mengulangi poin penting yang disampaikan lawan bicara.
Kebiasaan ini membuat orang merasa dihargai sehingga hubungan menjadi lebih dekat.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
