
seseorang yang memasang beberapa alarm / foto: Magnific/Jomkwan
JawaPos.com - Bagi sebagian orang, memasang satu alarm sudah cukup. Mereka percaya pada jadwal, bangun ketika waktunya tiba, lalu memulai hari seperti biasa. Namun ada juga orang yang memasang tiga, empat, bahkan lebih banyak alarm dengan jarak waktu berbeda: alarm utama, alarm cadangan, alarm 10 menit kemudian, alarm “kalau-kalau tertidur lagi”, hingga alarm terakhir yang benar-benar memaksa mereka bangun.
Kebiasaan ini sering dianggap sepele atau bahkan lucu. Tetapi dari sudut pandang psikologi, perilaku kecil seperti ini dapat mencerminkan beberapa pola tentang cara seseorang menghadapi waktu, tanggung jawab, kecemasan, dan rasa aman.
Tentu saja, memasang banyak alarm bukan berarti seseorang memiliki gangguan tertentu. Banyak faktor yang bisa memengaruhi kebiasaan ini, seperti pola tidur, pekerjaan, jadwal, atau pengalaman sebelumnya. Namun, kebiasaan tersebut dapat memberikan gambaran tentang beberapa kecenderungan kepribadian.
Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (25/6), terdapat 8 ciri tersembunyi yang sering dikaitkan dengan orang yang memasang banyak alarm “untuk berjaga-jaga”.
1. Anda cenderung membutuhkan rasa kontrol
Salah satu alasan utama seseorang memasang banyak alarm adalah keinginan untuk memastikan sesuatu berjalan sesuai rencana.
Bagi sebagian orang, satu alarm terasa seperti sebuah risiko. Ada pikiran kecil seperti:
“Bagaimana kalau saya tidak dengar?”
“Bagaimana kalau baterai habis?”
“Bagaimana kalau saya tidur lagi?”
Dengan menambahkan beberapa alarm, otak mendapatkan rasa aman karena merasa sudah membuat sistem perlindungan.
Dalam psikologi, manusia sering mencari cara untuk mengurangi ketidakpastian. Memiliki beberapa alarm bisa menjadi bentuk kecil dari strategi mengendalikan situasi yang tidak sepenuhnya bisa diprediksi.
Orang dengan kecenderungan ini biasanya juga suka:
membuat rencana cadangan,
menyiapkan sesuatu lebih awal,
memikirkan kemungkinan masalah sebelum terjadi,
merasa lebih tenang ketika memiliki “jalan keluar”.
2. Anda mungkin memiliki kecenderungan berpikir antisipatif

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
